nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Sahabat Nabi yang Belum Pernah Salat tetapi Jadi Penghuni Surga

Gurais Alhaddad, Jurnalis · Jum'at 14 Juni 2019 12:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 14 616 2066404 kisah-sahabat-nabi-yang-belum-pernah-salat-tetapi-jadi-penghuni-surga-gmuRBkSdyA.jpg Jadi Penghuni Surga Tapi Belum Salat (Foto: Dailymail)

SURGA dan neraka adalah tempat abadi yang disediakan Allah SWT bagi manusia sebagai pembalasan yang layak bagi amal perbuatannya di dunia. Amal perbuatan seseorang selama hidup di dunia akan menjadi penentu dimanakah mereka akan ditempatkan oleh Allah SWT.

Jika amal perbuatan manusia itu baik ketika hidup didunia manusia itu akan ditempatkan di surga begitu pula sebaliknya, jika amal perbuatan manusia itu buruk di dunia, neraka akan menjadi tempat mereka.

Semua orang pastinya menginginkan surga sebagai tempatnya kelak nanti. Syarat terpenting agar umat islam masuk surga ialah seperti yang dikatakan oleh Ustadz Reza pada saat diwawancarai Okezone, belum lama ini.

"Kunci manusia agar masuk surga itu ada empat, seperti yang diisyaratkan Allah SWT dalam surat Al-Ashr. Pertama beriman, kedua beramal shaleh, ketiga saling menasehati dalam kebaikan, dan bersabar." kata Ustadz Reza.

"Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang (1) beriman, (2) beramal shalih, (3) saling nasehat menasehati dalam kebaikan dan (4) saling nasehat menasehati dalam kesabaran." (QS. Al-Ashr: 1-3)," katanya.

Empat syarat ini wajib dimiliki orang-orang yang ingin ditempatkan di surga. Ke-empat syarat itu pastinya salat adalah syarat umat untuk masuk surga. Tetapi apa jadinya ketika ada orang yang masuk surga padahal dia belum pernah salat?

Sahabat Nabi itu bernama Amr bin Tsabit Al Waqasy, dia adalah laki-laki dari kaum bani Asyhal. Dikenal juga dengan panggilan Al Ushairim. Amr bin Tsabit adalah orang yang belum memeluk agama Islam, padahal bani Asyhal kebanyakan sudah memeluk agama Islam. Amr bin Tsabit pernah diajak memeluk Islam, namun ia menolak karena hatinya belum bisa menerima petunjuk Islam.

Ketika perang Uhud berlangsung. Sahabat nabi Amr bin Tsabit bertanya pada Nabi Muhammad dimanakah kaumku? Nabi Muhammad pun menjawab, mereka menuju Uhud untuk membela Islam. Ketika itu pula sahabat nabi Amr bin Tsabit sudah merasa mantap hatinya untuk menerima petunjuk Islam sehingga seketika itu juga, ia menyatakan keislamannya pada Nabi Muhammad SAW. Setelah mengucap 2 kalimat Sahadat, sahabat nabi ini bergegas pergi dan menggunakan baju perangnya. Kemudian, ia menaiki kudanya dan menyusul orang-orang menuju bukit Uhud untuk berperang. Ketika sesampainya ia di Uhud, orang-orang muslim kaget melihatnya dan mereka pun berkata "Menjauhlah engkau dari kami wahai Amr!."

Amr bin Tsabit pun Menjawab "Aku telah beriman,". Mendengar jawaban Amr, umat muslim pun mempersilahkannya untuk bergabung dengan pasukan untuk ikut dalam perang Uhud untuk membela agamanya yaitu Islam. Amr lalu bertempur dengan gigih dan semangat hingga ia terluka. Saat orang-orang dari Bani Asyhal mencari korban-korban peperangan dari kaum mereka, tidak disangka ternyata mereka menemukan Amr bin Tsabit dengan penuh luka. Mereka pun berkata, “Demi Allah ini adalah Al-Ushairim."

Amr bin Tsabit pun dibawa menuju keluarganya dengan keadaan penuh luka. Kaum bani Asyhal menanyakan kepada Amr bin Tsabit, apa yang menyebabkannya datang ke medan perang? Apakah ia berperang demi kaumnya atau karena Allah dan Rasul-Nya?

Amr menjawab, "Aku datang ke medan perang karena ingin masuk Islam, aku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Aku masuk Islam lalu mengambil pedangku. Aku maju bersama Rasulullah SAW dan aku berperang hingga aku terkena serangan”. kata Amr dengan keadaan yang penuh luka. Tidak berselang lama, Amr pun meninggal dunia di hadapan kaumnya. Salah seorang dari kaumnya pun menceritakan kejadian itu kepada Rasulullah SAW. Beliau lalu berkata "Sesungguhnya ia termasuk penghuni surga."

Kisah yang diceritakan oleh Abu Hurairah RA ini, memberi tahu kita betapa besarnya kehendak Allah SWT, dan kekuatan tulus dan ikhlas. Karena ketulusan dan keikhlasannya Amr memeluk agama Islam. sahabat nabi Amr bin Tasbit pun menurut Nabi Muhammad, ditempatkan oleh Allah di Surga, padahal dirinya belum sama sekali menjalankan salat.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini