nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Istri Menolak Ajakan Suami Bercinta, Ini Hukumnya Dalam Islam

Gurais Alhaddad, Jurnalis · Senin 17 Juni 2019 23:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 17 614 2067493 istri-menolak-ajakan-suami-bercinta-ini-hukumnya-dalam-islam-dbmFTlDPFa.jpg Istri menolak ajakan suami bercinta (Foto: Shutterstock)

SEMUA pasangan suami istri pastinya menginginkan rumah tangga mereka berjalan dengan harmonis. Salah satu cara agar rumah tangga harmonis adalah suami harus mengerti apa yang istri inginkan, begitu pula sebaliknya. Khususnya dalam hal bercinta.

Membuat bahagia suami adalah dengan melayani di atas ranjang atau bercinta. Itu juga merupakan salah satu kewajiban seorang istri yang tidak boleh di tinggalkan. Dari Thalqu bin Ali, Nabi Muhammad SAW bersabda.

“Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk berkumpul hendaknya wanita itu mendatanginya sekalipun dia berada di dapur.” (HR. Tirmidzi: 4/387; dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib: 2/199).

Dari hadis tersebut dapat kita ketahui bahwa suami harus dilayani dan di patuhi kapan pun itu. Tetapi sering terjadi permasalahan dalam rumah tangga karena penolakan istri terhadap melayani suaminya untuk bercinta.

Lalu dari sini munculah pertanyaan apakah hukum istri menolak ajakan suami untuk becinta. Berikut adalah hukum dalam Islam seperti dikutip dari berbagai sumber, Senin (17/6/2019).

PAsangan suami istri

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa:

“Jika suami memanggil istrinya untuk tidur bersama (bersenggama), lalu istri menolak sehingga semalam itu suami menjadi jengkel (marah) pada istrinya, maka para malaikat mengutuk pada istri itu hingga pagi hari,” (HR Bukhari).

Tentunya hal ini menandakan bahwa penolakan terhadap ajakan suami bercinta adalah hal yang sangat tidak disukai oleh Allah SWT. Menolak ajakan bercinta dengan suami tentu dapat menyebabkan suami menjadi kecewa dan menjadi timbulnya masalah dalam keluarga, hal ini akan berpengaruh kepada keharmonisan rumah tangga. 

Jjika hal itu terhadi maka tentu dapat menimbulkan kebencian di hati suami. Hal ini akan sangat merugikan bagi si istri. Sebagaimana Al-Imam Ath-Thabrani meriwayatkan dari Jabir bin Abdillah ra. Nabi Muhammad SAW. bersabda :

“Ada tiga orang yang shalatnya tidak akan diterima, dan kebaikan mereka tidak akan naik kepada Allah. Orang yang mabuk hingga dia sadar, seorang wanita yang dibenci suaminya, dan seorang hamba sahaya yang lari hingga dia kembali dan meletakkan tangannya ditangan tuannya.

Jadi menurut islam menolak ajakan suami akan menjadikan dosa yang besar bagi istri begitu juga salat mereka tidak akan diterima, karena melayani suami adalah salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT. Islam juga memberi pengecualian terhadap hal tersebut.

Menurut islam seorang istri boleh menolak ajakan suami untuk bercinta dengan ketentuan istri sedang Haid, istri sedang hamil, istri sedang lelah, dan sedang sakit. Bolehlah seorang istri menolak ajakan suami ketika dia sedang ada di fase itu.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini