PERIHAL menyatakan cinta, laki-laki dikenal lebih dulu yang menyatakan cintanya atau melamar wanita. Namun dalam beberapa budaya, wanita ada yang lebih dulu melamar laki-laki, seperti contohnya pada adat istiadat suku Minangkabau.
Islam pun tidak melarang wanita untuk melamar lebih dahulu. Bahkan, Khadijah, istri pertama Nabi Muhammad SAW, melamar Rasulullah terlebih dahulu melalui perantara. Nafisah adalah orang yang menjadi perantara Khadijah dalam melamar Rasulullah.
Dalam sebuah video ceramah Ustaz Khalid Basalamah, awal mulanya Khadijah yang sudah berumur 40 tahun bingung dan gelisah atas permasalahan hidupnya saat itu. Khadijah gelisah apakah seorang pemuda seperti Muhammad ingin menikah dengannya.
Nafisah, seorang teman Khadijah, mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi oleh Khadijah. Mengetahui hal tersebut, Nafisah membesarkan hati Khadijah dengan mengatakan bahwa Khadijah adalah wanita yang bermartabat.

Selanjutnya, Nafisah memberitahu Muhammad dengan kecerdikannya bahwa ada seorang wanita yang ingin melamar beliau. Muhammad pun menyetujui hal tersebut.
Nafisah pun pergi memberitahu kepada Khadijah kabar tersebut. Sementara, Muhammad memberitahu kepada paman-pamannya mengenai keinginannya untuk melamar Khadijah. Setelah itu, berangkatlah paman dari Muhammad, yaitu Abu Thalib dan Hamzah untuk menemui paman dari Khadijah, Amru bin Asad untuk melamar Khadijah. Begitulah cerita singkat dari Khadijah yang melamar Nabi Muhammad SAW.