Mengenang KH Hasyim Asy'ari, Kakek Gus Dur, Sang Pendiri NU

Jum'at 26 Juli 2019 16:47 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 26 614 2084000 mengenang-kh-hasyim-asy-ari-kakek-gus-dur-sang-pendiri-nu-Ex9kSsl394.jpg Kiai Hasyim Asy'ari diberi gelar pahlawan oleh Presiden Soekarno (Foto: NU Online)

Setelah memutuskan kembali ke bumi kelahirannya, KH Hasyim Asy’ari pun mendirikan Pesantren Tebuireng dengan bantuan Mbah Zahid pada tahun 1899. Pesantren ini terkenal dengan pengajaran dalam bidang ilmu hadits. Seiring dengan tingkat kesadaran masyarakat yang membutuhkan ilmu agama, pesantren Tebuireng pun menjadi salah satu pesantren terbesar di Jawa.

Setelah Pesantren Tebuireng sukses, pada tahun 1926, K.H Hasjim Asy'ari menjadi salah satu pemrakarsa berdirinya Nadhlatul Ulama (NU), yang berarti kebangkitan ulama. Meski Nahdatul Ulama artinya kebangkitan ulama, bukan berarti pengikut dari gerakan ini haruslah berasal dari kalangan ulama. Kini gerakan masa ini sudah tersebar ke seluruh penjuru nusantara dan menjadi salah satu organisasi terbesar di Indonesia.

Pada tahun 1964 K.H Hasjim Asy'ari mendapat gelar Pahlawan Nasional Indonesia yang diberikan oleh presiden Indonesia yang pertama yakni Ir. Soekarno. Gelar ini disematkan bukan tanpa alasan. Meski tidak turut berperang dalam melawan penjajahan dengan cara fisik, namun beliau berperan besar dalam melawan penjajahan dengan membekali ilmu serta karakter anak bangsa Indonesia melalui pendidikan agama.

Di kalangan nahdliyin dan ulama pesantren besar di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, beliau diberikan gelar Hadratus Syeikh. Julukan tersebut artinya mahaguru atau guru dari seluruh guru. Kemampuannya dalam menguasai ilmu agama serta pengalaman panjang belajar di kota suci Makkah membuat beliau memiliki pemahaman yang amat luas terkait ilmu agama.

Bukti yang menunjukkan peran KH Hasyim Asy’ari sangat krusial ialah ketika Bung Tomo dan bahkan Bung Karno meminta fatwa dari beliau tentang hukum melawan penjajah. Dari situlah lahir 'Resolusi Jihad' yang kemudian membuahkan perjuangan para pemuda pada tanggal 10 November di Surabaya melawan Belanda.

Meski KH Hasyim Asy’ari adalah ulama kharismatik yang kedalaman ilmunya tidak diragukan, beliau tetap tidak tinggi hati dan bahkan mejadi sosok pengayom masyarakat yang welas asih dan toleran.

“Ilmu ada tiga tahapan. Jika seseorang memasuki tahapan pertama, ia akan sombong. Jika ia memasuki tahap kedua, ia akan tawadhu’. Dan jika ia memasuki tahapan yang ketiga, ia akan merasa dirinya tidak ada apa-apanya.” ucap Sayyidina Umar Ibn Khattab yang dilansir dari situs NU Online.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya