nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenapa Kita Dianjurkan Makan Usai Salat Idul Adha?

Yunita, Jurnalis · Minggu 11 Agustus 2019 14:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 11 614 2090496 kenapa-kita-dianjurkan-makan-usai-salat-idul-adha-MjPh14jzq1.jpg Makan bersama usai salat Idul Adha (Foto: Serious eat)

Salat Idul Adha adalah ibadah salat sunah yang dilakukan setiap Hari Raya Idul Adha. Hukum salat Idul Adha adalah Sunnah Muakad. Artinya salat ini walaupun bersifat sunah, tetapi sangat penting sehingga sangat dianjurkan untuk tidak meninggalkannya.

 Makan daging kurban

Terkait hal tersebut, Nabi Muhammad telah menganjurkan beberapa amalan yang baik dilaksanakan usai salat Idul Adha. Apa sajakah amalan itu?

Ustadz Asroni Al-Paroya mengatakan, terdapat anjuran makan usai salat Idul Adha agar bisa makan bersama-sama.

"Dianjurkan untuk tidak makan sebelum salat Idul Adha, hal ini berbeda dengan shalat Idul Fitri yang dianjurkan shalat sebelum shalat Idul Fitri, kenapa? Karena sedekah Idul Adha dilakukan setelah shalat ‘id, yaitu kurban. Dianjurkan makan setelah salat Ied agar bisa makan bersama-sama orang miskin yang baru dapat daging kurban setelah salat Ied," jelas Ustadz Asroni Al-Paroya.

Saat Idul Adha, kita juga diminta untuk memperbanyak dzikir, membantu untuk membagikan hewan kurban kepada saudara-saudara sesama Muslim yang membutuhkan. Sebab itu merupakan amalan sosial kita kepada masyarakat.

Mengumandangkan takbir, terang Ustadz Asroni, juga sebaiknya dilakukan sampai habisnya hari Tasyrik yaitu tanggal 11,12,13 Dzulhijjah. Inilah bedanya Idul Adha dengan Idul Fitri.

"Kalau Idul Adha kita disunahkan mengumandangkan Takbir dari masuknya waktu maghrib pada hari Raya Idul Adha sampai hari-hari Tasyrik, tapi kalau Hari Raya Idul Fitri kita hanya disunnah kan mengumandangkan Takbir mulai dari masuknyanya 1 Syawal sampai Khotib turun dari mimbar," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini