nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dianjurkan Makan dan Minum, Jangan Berpuasa pada Hari Tasyrik!

Minggu 11 Agustus 2019 18:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 11 614 2090507 dianjurkan-makan-dan-minum-jangan-berpuasa-pada-hari-tasyrik-uSk991RNmQ.jpg Anjuran makan di hari tasyrik (Foto: Share Care)

Hari Tasyrik merupakan hari yang diharamkan berpuasa. Sebab pada hari Tasyrik, umat Muslim diminta untuk menikmati berbagai makanan halal.

 Hari makan dan minum

Hari Raya Idul Adha jatuh pada 11 Agustus 2019. Maka hari Tasyrik berlangsung 3 hari setelah Hari Raya Idul Adha, yaitu pada 12, 13, 14 Agustus.

Amalan sunah pada hari Tasyrik bisa dikerjakan oleh umat Muslim yang sedang tidak melaksanakan ibadah haji. Umat Muslim merayakan hari raya Idul Adha 2019 sambil melakukan pemotongan hewan kurban.

Umat Islam dilarang berpuasa karena pada hari Tasyrik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya sebagai hari makan dan minum.

Dalam hadits disebutkan,

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

“Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim no. 1141).

Imam Nawawi berkata, “Ini adalah dalil tidak boleh sama sekali berpuasa pada hari tasyrik.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 18)

Allah SWT menjadikan hari ini sebagai hari yang istimewa bagi umat Islam. Hari di mana umat Islam dianjurkan untuk makan dan minum, menikmati daging kurban yang sudah dimasak untuk makan bersama.

Tidak hanya itu, Allah juga memerintahkan umat-Nya untuk berdzikir kepada-Nya. Puasa benar-benar dilarang pada hari Tasyrik.

Selanjutnya, tidak dibolehkan melakukan puasa sunah di hari Tasyrik termasuk puasa Senin Kamis.

Dalam sebuah video Khutbah Syekh Ali Jaber, beliau menjelaskan, hari Tasyrik adalah hari dimana umat Islam makan dan minum serta mengisinya dengan banyak berdzikir kepada Allah SWT.

“Hari-hari tasyrik adalah hari makan, hari minum, dan hari yang diisi dengan dzikir kepada Allah SWT. Berarti pada tiga hari itu, tidak boleh diisi dengan berpuasa, baik puasa daud, puasa senin kamis, puasa ayyamul bidh, ataupun membayar utang puasa,” ujar beliau dalam khutbahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini