Kencingi Masjid, Pria Ini Kena Batunya

Della Astrini, Jurnalis · Minggu 15 September 2019 00:07 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 14 614 2104930 kencingi-masjid-pria-ini-kena-batunya-44l8vCCjK9.jpg Seorang pria ditangkap karena kencing di masjid (Foto: Shutterstock)

Aksi tidak terpuji dilakukan seorang lelaki di Worcester, Amerika Serikat. Lelaki yang belakangan teridentifikasi bernama Alex Koker itu mengencingi Masjid Pusat di Tallow Hill pada 22 Agustus silam. Dia pun langsung kena batunya, dihujat publik hingga diproses hukum.

Di depan hakim, Alex Koker membantah telah mengencingi masjid. Dia berdalih kencing di dekat tempat sampah di sebelah dinding. Namun, lelaki berusia 36 tahun ini, mengaku bersalah atas tuduhan yang mengarah pada tindakan yang membahayakannya kerukunan umat beragama. “Saya benar-benar meminta maaf atas kejadian itu,” ujarnya dikutip dari worcesternews, Sabtu (14/9/2019).

Alex Koker tertangkap basah buang air kecil di dinding Masjid Pusat di Tallow Hill, dekat dengan asrama tempat ia tinggal. Saat kepergok, dia diberi kain pel dan ember oleh staf asrama untuk membersihkan air seninya, tetapi dia berteriak dan mengeluarkan kata-kata rasis.

Judith Kenny, mewakili Koker, mengatakan meskipun kliennya mengaku bersalah atas tuduhan itu, tapi membantah mengencingi masjid. Lebih jelasnya lagi, meskipun telah mengaku mengeluarkan kata-kata rasial, Alex Koker hanya menggumamkannya pada dirinya sendiri dan tidak meneriakkannya ke siapapun.

Ny. Kenny mengatakan bahwa staf asrama, Shirley, adalah satu-satunya yang mendengar pernyataan rasial Koker.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kepala eksekutif asrama, Jonathan Sutton, mencap kejadian ini sebagai tindakan 'menyedihkan' dan menggambarkan bahwa perilaku dan bahasa yang dikeluarkan Koker, yang diyakini sedang mabuk, sangat memalukan.

"Hostel St Paul's memiliki nilai yang sangat jelas yang kami harap orang-orang yang tinggal di sini dapat mematuhi peraturan. Salah satunya adalah menghormati orang lain. Itu tertulis di dinding ketika orang-orang masuk. Kami tidak menolerir perilaku bermotivasi rasial seperti ini. Itulah yang orang harapkan," tegasnya.

Kendati demikian, Jonathan Sutton mengatakan Koker memiliki 'kehidupan yang sangat sulit’. Dalam kaitan ini dia mempunyai tanggung jawab di asrama adalah untuk membantu Koker 'merehabilitasi dan bertobat'.

“Kita tidak bisa begitu saja menolaknya atau mengeluarkannya atas dasar ini karena kehidupan di jalan jauh lebih buruk. Dia tidak akan dikeluarkan dari layanan kami karena dia membutuhkan bantuan kami," tambahnya.

Mohammed Iqbal, dari Worcester Muslim Welfare Association, mengatakan,“Kami kecewa atas insiden ini. Tidak ada ruang untuk bahasa kebencian dan jelas pria itu perlu dididik bahwa kebencian adalah penyakit yang mengarah pada kehancuran komunitas. Jika Anda dapat membenci ras / agama seseorang, anda juga memiliki kemampuan untuk mencintai dan menerima orang yang berbeda dengan anda sehingga membuat komunitas kami lebih kuat dan sukses. Saya kesal karena dia tinggal di asrama dan jelas tindakannya dapat menyebabkan dia dikeluarkan, ini akan sangat memalukan karena kita jelas tidak ingin melihatnya menjadi tunawisma."

Dengan terjadinya hal tersebut, Koker didenda £80 dengan biaya £135 dan biaya tambahan sebesar £32.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya