nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Nasihat KH Said Aqil Soal Kemarau Panjang dan Karhutla

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 18 September 2019 09:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 17 614 2106085 ini-nasihat-kh-said-aqil-soal-kemarau-panjang-dan-karhutla-9r5x4Y6b8b.jpg Kiai Said Aqil dalam sebuah wawancara (Foto: Okezone)

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj turut mengomentari kebakaran hutan dan lahan yang melanda sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan. Ia menasihati, kewajiban untuk memelihara alam bukan hanya kewajiban sebagai warga negara, namun ini juga bagian dari seruan agama.

Oleh karena itu, Kiai Said Aqil Siraj mengajak semua pihak untuk segera mengentaskan masalah ini. Sebab bencana tersebut tak hanya dirasakan warga Indonesia, namun juga penduduk negeri Jiran.

 Salat Istisqa untuk meminta hujan

"Hampir setiap tahun terjadi kebakaran hutan dan lahan (karthutla) yang dampaknya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat sekitar. Namun juga di Negeri Jiran," ujarnya dalam akun Instagram NU pada Senin (16/9/2019).

Melengkapi upaya penanangan karhutla, Said Aqil menyerukan umat Islam untuk menggelar Salat Istisqa dan memohon ampun kepada Allah SWT.

"Sehubungan dengan bencana asap serta kekeringan akibat kelangkaan hujan di berbagai daerah, serta untuk memohon pengampunan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan ini PBNU menginstruksikan pengurus dan warga NU untuk menyelenggarakan salat Istisqa," ucapnya.

Sebelumnya dikabarkan, umat Islam di berbagai daerah telah menggelar Salat Istisqa. Beberapa daerah yang menggelar Salat Istisqa antara lain Riau; Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur; Ketapang, Kalimantan Barat.

Perlu diketahui Salat Istisqa memang dianjurkan pelaksanaannya ketika musim kemarau panjang tiba. Bahkan Rasulullah SAW pernah melaksanakan amalan ini.

Diriwayatkan dari 'Abbad bin Tamim, dari pamannya (Abdullah bin Zaid), ia mengatakan, "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam keluar ke tempat shalat (yakni tanah lapang) untuk meminta hujan. Beliau menghadap kiblat, lalu mengerjakan shalat dua rakaat, dan beliau membalikkan selendangnya: Meletakkan yang sebelah kanan menjadi sebelah kiri." (Muttafaq 'alaih)

"Sehubungan dengan bencana asap serta kekeringan akibat kelangkaan hujan di berbagai daerah, serta untuk memohon pengampunan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan ini PBNU menginstruksikan pengurus dan warga NU untuk menyelenggarakan salat Istisqa," ujar Kiai Said.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini