nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Curhat Melanie Subono, Bagaimana Semestinya Adab Muslim terhadap Non Muslim?

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 19 September 2019 19:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 19 614 2106965 soal-curhat-melani-subono-bagaimana-semestinya-adab-muslim-terhadap-non-muslim-2mNN2tBOQb.jpg Melanie Subono. Foto: Instagram Melanie Subono

ARTIS Melanie Subono menerima perlakuan yang tidak enak ketika membantu mendistribusikan makanan di acara tahlilan meninggalnya kakeknya, yakni Presiden ke-3 RI BJ Habibie.

Dalam curhatannya di media sosial Instagram, Melanie Subono menceritakan seorang ibu muslim menolak menerima makanan darinya dengan alasan Melani merupakan non muslim. Lalu bagaimana semestinya sikap seorang muslim kepada non muslim?

Ketua Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI ) Jakarta Timur, Ustadz Asroni Al Paroya mengatakan, adab atau akhlak seorang muslim terhadap non muslim seharusnya saling menghargai dan saling menghormati. 

"Bukan saling menghujat dan bukan juga saling mencaci maki, karena saudara kita yang non muslim itu adalah saudara sebangsa dan setanah air, kita terikat dalam persaudaraan sebangsa dan setanah air," ujarnya, Kamis (19/9/2019).

Ustadz Asroni pun memaparkan suatu riwayat tentang muslim menghormati non muslim. Dari Ibnu Abu Laila bahwa ketika Qais bin Saad ra dan Sahal bin Hunaif ra sedang berada di Qadisiyah, tiba-tiba ada iringan jenazah melewati mereka, maka keduanya berdiri.

Lalu dikatakan kepada keduanya: Jenazah itu adalah termasuk penduduk setempat (yakni orang kafir). Mereka berdua berkata: Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah dilewati iringan jenazah, lalu beliau berdiri. Ketika dikatakan: Jenazah itu Yahudi, Rasulullah saw bersabda: Bukankah ia juga manusia? (Shahih Muslim No.1596).

Lebih lanjut dalam menyikapi curhatan Melanie Subono itu, Ustadz Asroni memaparkan bagaimana Rasulullah SAW harus jadi suri tauladan umat Islam, seperti yang dijelaskan di surat berikut;

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا اللهَ وَالْيَوْمَ اْلأَخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat, dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab [33]: 21).

Sementara itu suatu riwatay juga menjelaskan tentang keseharian Rasulullah. Pernah suatu waktu seseorang bertanya kepada Aisyah Radhiyallahu Anha perihal bagaimana Nabi Muhammad dalam kesehariannya, Aisyah pun menjawab:

كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ

“Akhlak beliau (Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam) adalah Al-Qur’an”

Kemudian Aisyah Radhiyallahu ‘anha membacakan ayat.

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS: Al-Qalam [73]: 4).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini