Indonesia digadang-gadang dapat menjadi kiblat modest fashion muslim dunia dalam beberapa tahun ke depan. Dengan semakin tumbuhnya industri fashion di Tanah Air, harapan tersebut bisa jadi semakin dekat.
Di Indonesia, modest fashion merupakan bagian dari sub sektor fesyen yang menduduki peringkat kedua dalam nilai kontribusi terhadap PDB.
Badan Pusat Statistik mencatat, fashion sebagai sub sektor ekonomi kreatif memberikan kontribusi sebesar 18,01 persen atau setara dengan Rp166 triliun pada tahun 2016.

Menurut Co-Founder Modest Fashion Weeks, Franka Soeria, Indonesia berpeluang menjadi kiblat fesyen muslim dunia, asalkan dapat memahami pasar dan pesaingnya. Pasalnya, banyak negara yang memiliki ambisi sama seperti Indonesia.
"Bisa sih asal benar tahapannya. Kolaborasi tahu posisinya bagaimana, saingannya siapa. Malaysia, Turki, Dubai (UEA), Afrika Selatan juga mau lho. Tapi belum ada yang jadi kiblat, semuda sedang menuju," ujar Franka di Jakarta, Jumat, 21 September 2019.
Untuk mencapai cita-cita menjadi kiblat fesyen muslim dunia, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerjasama dengan Franka Soeria juga mendorong pertumbuhan ekosistem modest fashion Tanah Air. Salah satunya dengan menggelar program Modest Fashion Founders Fund (ModestFFFund).
ModestFFFund merupakan program akselerasi untuk pelaku usaha modest fashion di Indonesia dalam hal permodalan dari perbankan syariah yang telah berlangsung sejak Mei 2019.
"Bekraf berhasil menjaring sekitar 400 pendaftar dari seluruh wilayah di Indonesia dan memilih 100 brand atau desainer terbaik," ujar Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo di Jakarta, Jumat, 21 September 2019.
Setelah melalui seleksi, terpilih 20 desainer terbaik untuk mengikuti workshop pada 9-13 Juli lalu. Puncaknya, mereka memperkenalkan karya dan bisnisnya dalam acara Modest Fashion Founders Fund Celebration Days yang digelar pada 19-22 September di Gandaria City, Jakarta Selatan.
Bekraf menggandeng Franka Soeria karena dinilai berpengalaman dalam mengembangkan industri modest fashion di tingkat global melalui beragam kegiatan modest fashion yang digagasnya. Ia pun diminta untuk memberikan bimbingan dalam mengembangkan bisnis baik di pasar lokal maupun global.
"Peserta itu kita nilai tidak hanya dari desain, tapi juga keuangannya. Karena kita memang ingin melahirkan pebisnis-pebisnis modest fashion. Modest fashion itu enggak hanya tampil, tapi dia harus jago jualan. Karena kalau bisa berjualan, bisa meningkatkan ekonomi kan," pungkas Franka.
(Utami Evi Riyani)