nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selain Mencegah Perbuatan Maksiat, Ini 3 Keutamaan Salawat Nabi

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Rabu 25 September 2019 18:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 25 330 2109284 selain-mencegah-perbuatan-maksiat-ini-3-keutamaan-salawat-nabi-YNIyfRnTdY.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

UMAT muslim dianjurkan untuk banyak-banyak bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW, sebab amalan ini bisa mencegah diri melakukan perbuatan maksiat. Syaikh Dr. Ali Jumah berkata, “Salah satu upaya seorang hamba mencegah diri dari kemaksiatan adalah menjalin “hubungan” kepada Nabi Muhammad Saw dengan senantiasa melakukan salawat.

Selain itu salawat juga menjadi bukti kecintaan umat kepada Nabi. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “Tidak sempurna iman salah seorang kalian, sehingga Aku lebih dicintainya daripada anak-anaknya, orangtuanya, bahkan seluruh manusia.” (HR. Muslim).

Lebih lanjut, salawat dianjurkan karena amalan ini memiliki banyak keutamaan. Di antara keutamaan bersalawat berdasarkan hadits-hadits yang shahih dan hasan yaitu:

Pertama, seorang umat yang mengamalkan satu salawat kepada Nabi Muhammad maka akan mendapat tiga keutamaan sekaligus, yaitu; Allah SWT membalasnya dengan sepuluh rahmat, dihapusnya sepuluh kesalahan, dan diangkatnya dengan sepuluh derajat.Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurirah bahwa Nabi Saw bersabda, “Siapa yang bershalawat kepadaku sekali, niscaya Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim) .

Kedua, umat yang bersalawat kepada Nabi Muhammad akan mendapat balasan dari para malaikat berupa disalawatkan 70 kali. Hal ini sesuai hadits Mauquf dari ‘Abdullah bin ‘Amr, dia berkata, “Siapa yang bershalawat kepada Nabi Saw maka para malaikat bershalawat kepadanya tujuh puluh kali.” (HR. Ahmad). Hadits ini dinilai hasan oleh Imam Al-Busyairi dalam Ithaf dan Imam Al-Haitsami dalam Majma’ az-Zawaid. Mauquf di sini dinilai Marfu’ karena tidak mungkin berasal dari Ijtihad, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Al-Suyuthi dalam Tadrib Ar-Rawi.

Ketiga, salawat dapat mengantarkan pengamalnya kepada posisi yang sangat mulia, paling dekat dengan Nabi Muhammad SAW di Akhirat nanti. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin Mas’ud bahwa Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling utama pada hari Kiamat adalah orang yang paling banyak bersalawat untukku.” (HR. At-Tirmidzi, kualitas hasan).

Lebih lanjut, perintah bersalawat ada di dalam Alquran, Allah SWT menyeru hamba-Nya bersalawat untuk Nabi Muhammad SAW seraya berfirman, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi Muhammad. Wahai orang-orang yang beriman, bersalawat dan salamlah kalian untuk Nabi, dan ucapkanlah salam penghormatan untuknya.” (QS. Al-Ahzab/33: 56).

Imam Al-Qurthubi dalam kitab Al-Jami’ li Ahkam Alquran menjelaskan, melalui ayat ini Allah SWT memuliakan nabi-Nya, baik saat masih hidup maupun setelah wafat. Salawat dari Allah SWT adalah rahmat dan ridha-Nya. Salawat dari para malaikat adalah doa dan istighfar. Shalawat dari umatnya adalah doa dan penghormatan atas kedudukannya.

Demikian dijelaskan oleh Adithiya Warman, SSI. Lc. M.Ag. sebagaimana dilanisr dari JATMAN Online, Rabu (25/9/2019)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini