nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lakukan 'Azl atau Menggunakan KB Spiral, Bolehkah dalam Islam?

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 14 Oktober 2019 11:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 14 330 2116556 lakukan-azl-atau-menggunakan-kb-spiral-bolehkan-dalam-islam-sCSenWNYci.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

PEMERINTAH menjalankan Program Keluarga Berencana (KB) untuk mengontorol pertumbuhan penduduk. Sementara para suami-istri mau mengikutinya dengan dalil untuk mengatur jarak kelahiran anak.

Hanya saja sering kali muncul perdebatan mengenai apakah KB tersebut diperbolehkan dalam Islam. Menanggapi pertanyaan itu, Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin menjelaskan secara rinci mengenai hukumnya.

"Konteks KB yang didalamnya ada beberapa metode perencanaan dalam kehamilan, termasuk didalamnya adalah ‘azl (menumpahkan sperma di luar vagina ketika berhubungan badan),” ujarnya.

“Bedanya 'azl tanpa alat, sedangkan KB dengan alat bantu seperti kondom dan spiral. Dan (tujuan) keduanya (penerapan azl dan spiral/kondom) dipertemukan karena sama-sama untuk mencegah kehamilan, dan sama sekali tidak memutuskan kehamilan," tambah Ainul.

Lebih lanjut ia memaparkan hadist yang menerangkan tentang memperbolehkan 'azl, yakni diriwayatkan dari Jabir RA:

عَنْ جَابِرٍ قَالَ كُنَّا نَعْزِلُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَلَغَ ذَلِكَ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يَنْهَنَا--رواه مسلم

"Dari Jabir ia berkata, kita melakukan ‘azl pada masa Rasulullah SAW kemudian hal itu sampai kepada Nabi SAW, tetapi beliau tidak melarang kami" (H.R. Muslim)

Namun ada juga hadits yang melarang ‘azl, di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan Judamah binti Wahb:

عَنْ جُدَامَةَ بِنْتِ وَهْبٍ أُخْتِ عُكَّاشَةَ قَالَتْ حَضَرْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أُنَاسٍ وَهُوَ يَقُولُ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ أَنْهَى عَنْ الْغِيلَةِ فَنَظَرْتُ فِي الرُّومِ وَفَارِسَ فَإِذَا هُمْ يُغِيلُونَ أَوْلَادَهُمْ فَلَا يَضُرُّ أَوْلَادَهُمْ ذَلِكَ شَيْئًا ثُمَّ سَأَلُوهُ عَنْ الْعَزْلِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَلِكَ الْوَأْدُ الْخَفِيُّ --رواه مسلم

"Dari Judamah bin Wahb saudara perempuan ‘Ukkasyah ia berkata, saya hadir pada saat Rasulullah SAW bersama orang-orang, beliau berkata, sungguh aku ingin melarang ghilah (menggauli istri pada masa menyusui) kemudian aku memperhatikan orang-orang romawi dan parsi ternyata mereka melakukan ghilah tetapi sama sekali tidak membahayakan anak-anak mereka. Kemudian mereka bertanya tentang ‘azl, lantas Rasulullah SAW berkata, itu adalah pembunuhan yang terselubung". (HR. Muslim)

Kemudian, Ustadz Ainul Yaqin menjelaskan tentang hadist tersebut, bahwa Imam Nawawi dengan tegas menyatakan hukum ‘azl adalah makruh (diperbolehkan walau tidak disarankan).

"Meskipun pihak istri menyetujuinya. Alasannya adalah ‘azl merupakan salah satu sarana untuk menghindari kehamilan," ujarnya.

Namun demikian, lanjutnya, pemasangan KB diperbolehkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Namun lain halnya, apabila niatnya adalah takut tidak bisa mencukupi rezeki pada anak yang dilahirkan.

"Sangat tidak benar (menjalankan KB) jika niatnya karena takut tidak bisa menyukupi rezeki dan kebutuhan hidup sehari-hari. Berarti dia mengingkari kebesaran dan kemurahan rezeki Allah SWT," lanjutanya.

"Tapi kalau (alasannya) untuk kesehatan dan keselamatan jiwa, sebab berbahaya jika dia tidak melakukan KB, maka diperbolehkan. Atau untuk melakukan perencanaan dengan tujuan yang makruf yakni lebih terencana dan terarah," ucap Ainul.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini