Galau? Ini Doa Agar Hati Tenang

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Selasa 15 Oktober 2019 04:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 14 618 2116779 galau-ini-doa-agar-hati-tenang-FLPnlxmn9g.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

LUMRAH jika terkadang seseorang merasa gudang gulana (galau) karena persoalan duniawi. Namun kondisi ini harus cepat diatasi agar tidak menimbulkan efek negatif.

Lalau bagaimana cara mengatasi rasa galau tersebut? Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Masjid Agung Sunda Kelapa Jakarta, Ustadz Agustin Amirudin mengatakan, obat dari segala macam sakit yang ada dalam hati adalah dzikir dan doa.

"Saya biasa dzikir dengan Asmaul Husna jika hati dalam keadaan sedih dan gundah," ujarnya saat dihubungi Okezone beberapa waktu lali. Selain itu, lanjutnya, terdapat doa yang bisa melengkapi dzikir tersebut, yaitu:

Ilustrasi. Foto: Istimewa

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ

Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepadaMu jiwa yang merasa tenang kepadaMu yang yakin akan bertemu denganMu, yang ridho dengan ketetapanMu, dan yang merasa cukup dengan pemberianMu."

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Sementara dilansir dari NU Online, ada bacaan doa lainnya yang membuat hati tenang dan tak lagi galau. Rasulullah SAW pun pernah mengajarkan doa di bawah ini kepada sahabatnya yaitu Al-Walid Ibnul Walid:

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

روينا في كتاب ابن السني، عن الوليد بن الوليد رضي اللّه عنه أنه قال‏:‏ يارسول اللّه‏!‏ إني أجدُ وحشةً، قال‏:‏‏"‏إذَا أخَذْتَ مَضْجَعَكَ فَقُلْ‏:‏ أعُوذُ بِكَلِماتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّياطِينِ وأنْ يَحْضُرُونِ‏.‏ فإنَّها لا تَضُرُّكَ أوْ لا تَقْرَبُكَ‏"

Artinya: "Diriwayatkan kepada kami di Kitab Ibnu Sinni dari Al-Walid Ibnul Walid RA, ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, saya merasa gelisah.’ ‘Bila kau naik ke tempat tidur, hendaklah berdoa, ‘A‘ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min ghadhabihī, wa ‘iqābihī, wa syarri ‘ibādihī, wa min hamazātis syayāthīni wa an yahdhurūn.’ Niscaya ia tidak membahayakanmu atau tidak mendekatimu,’" (HR Ibnu Sinni).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya