nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Meraih Keikhlasan dalam Beribadah

Selasa 15 Oktober 2019 14:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 15 614 2117138 cara-meraih-keikhlasan-dalam-beribadah-UUjhnoZ6fu.jpg Pria beribadah sendirian (Foto: Islamic Sunrays)

Setiap manusia pada dasarnya ingin meraih keikhlasan dalam beribadah. Namun sejatinya keikhlasan tidak ada batasnya.

Saat Anda meraih keikhlasan satu derajat di dalam beribadah, maka Anda akan melihat cahaya keikhlasan pada tingkatan yang lebih tinggi. Namun bagaimana caranya supaya kita mencapai permulaan ikhlas?

 Belajar ikhlas

Guna meraih keikhlasan membutuhkan dua hal yaitu ilmiah dan praktek. Perkara ilmiah yaitu mempelajari ilmu yang membahas tentang perbaikan hati. Kaum salaf terdahulu menyebutnya ilmu tasawuf. Namun ini merupakan tasawuf amaly bukan tasawuf falsafi.

Apa contohnya tasawuf amaly?

Seperti dalam Kitab Ihya Ulumuddin. Pada jilid ketiga kitab itu Imam Ghazali menerangkan tentang berbagai penyakit hati.

Contoh lain adalah Madarijus Salikin karya Ibnu Al Qayyim Al Jauziyah, Syarah Manazilus Sairin, masih banyak lagi contohnya.

Seperti kitab-kitab Imam Al Haddad, Imam Ibnu Athaillah As Sakandary. Kitab-kitab ini menyingkapkan aib-aib diri.

Menyebutkan tanda-tanda ikhlas dan lawannya adalah riya’ beserta tanda-tandanya. Begitu juga dengan sikap ujub. Kemudian diterangkan cara melepaskan diri dari penyakit tersebut. Itu dari segi ilmunya.

Seperti dilansir website Jatman Online, praktek untuk meraih keikhlasan adalah pengendalian diri. Hakikatnya setiap hati ini merasakan keagungan Allah SWT. Semakin agung makna laa ilaha illallah di dalam hati. Maka akan semakin kecil pula kecenderungan hati untuk dipuji oleh orang lain.

Perbanyaklah kalimat ikhlas yakni laa ilaha illallah. Jadikanlah kalimat ini sebagai wiridmu. Sebanyak 100 kali, 300 atau 1.000 kali pada setiap harinya harus dijaga.

Saat lisanmu menyebut tiada Tuhan selain Allah لا اله الا الله dan kau merasakan bahwa hatimu mengeluarkan segala sesuatu selain Allah. Tidak mengagungkan selain Allah. Tidak perlu mencari pujian, pandangan, sanjungan, atau kedudukan dari orang lain yang menyibukkan hati ini dari selain Allah.

Sejatinya manusia meraih keikhlasan dalam beribadah ketika ia tak membutuhkan sanjungan dan pujian lagi saat beribadah. Ia tak perlu dilihat orang lain dalam melakukan kebaikan-kebaikan.

Ia melakukan ibadah hanya demi kecintaan-Nya pada Allah SWT semata. Tak ada niat lain di hatinya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini