Pakai Hijab, Atlet Lari Didiskualifikasi dari Pertandingan

Fadhilah Annisa, Jurnalis · Minggu 27 Oktober 2019 01:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 27 614 2122194 pakai-hijab-atlet-lari-didiskualifikasi-dari-pertandingan-ac71ZmrLRy.jpg Pakai Hijab Seorang Atlet Mengalami Diskriminasi

Noor Abukaram, 16, seorang atlet remaja muslim asal negara bagian Amerika Serikat, Ohio, didiskualifikasi karena pakai hijab saat perlombaan. Ia mengatakan bahwa dia tidak diberitahu kalau pakaian yang ia kenakan melanggar aturan hingga menyelesaikan pertandingan.

The Ohio High School Athletic Association (OHSAA) mengatakan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk mengubah aturan pengabaian agama untuk musim depan akibat insiden pakai hijab ini.

Noor telah mengikuti perlombaan untuk tim sekolah Sylvania Northview sepanjang musim namun jilbabnya tidak pernah menjadi masalah sebelum perlombaan tingkat distrik pada Sabtu lalu di kota Findlay.

Setelah menyelesaikan balapan 5 km dengan waktu terbaiknya yaitu 22 menit dan 22 detik, namun Noor terkejut saat ia menemukan bahwa namanya tidak tertera di papan skor. Teman satu timnya kemudian memberi tahu bahwa dia didiskualifikasi karena pakai hijab.

Seorang juru bicara OHSAA mengatakan kepada Associated Press bahwa mereka sebelumnya telah mempertimbangkan untuk menghilangkan persyaratan pengabaian agama, dan masalah ini sedang ditanggapi dengan serius mengingat insiden ini.

Noor mengatakan bahwa dia merasa “terhina’ setelah balapan. Noor beranggapan bahwa itu adalah tindakan diskriminatif terhadap agama yang ia anut. Terutama dia tidak diperingatkan apa pun mengenai hijab yang dia kenakan.

“Saya tampak seperti badut yang berlari dalam lomba itu dan hanya berlari untuk para pejabat itu,” katanya pada BBC yang dilansir dari 5pillars pada Sabtu (26/10/2019).

Noor percaya tidak ada yang harus menandatangani surat pengabaian untuk sesuatu seperti jilbab ini.

“Mereka tidak perlu mengubah kursus khusus untuk saya. Saya menjalankannya sama seperti orang lain, saya mulai pada garis awal yang sama dan menyelesaikan pada garis finish yang sama.”

Dari hal ini Noor mengatakan bahwa dia mendapatkan umpan balik yang positif dari komunitasnya dan diseluruh AS. Berkat cerita yang dia alami dipublikasikan, banyak orang-orang yang bercerita padanya bahwa mereka mengalami hal serupa seperti yang dialami oleh Noor.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini