nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hukum Puasa untuk Merayakan Maulid Nabi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 11 November 2019 11:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 11 616 2128260 hukum-puasa-untuk-merayakan-maulid-nabi-fwHzGTIDS4.jpg Maulid Nabi Diperingati oleh Umat Muslim Sedunia (Foto: Aboutislam)

Umat Muslim di seluruh penjuru dunia merayakan Hari Lahirnya Rasulullah atau yang biasa disebut dengan Maulid Nabi. Momen ini tentu menjadi barokah untuk kita semua dan sebagai bentuk syukur, tidak ada salahnya Anda berpuasa.

Ya, beberapa orang beranggapan, salah satu cara merayakan Maulid Nabi yang berfaedah adalah berpuasa. Tapi, menjadi pertanyaan kemudian ialah kapan puasa itu dilakukan?

Menjawab pertanyaan tersebut, Okezone coba melansir dalam laman About Islam, diterangkan di sana menurut Al-Azhar Fatwa Committee, jika Anda berniat puasa untuk merayakan kelahiran Rasulullah atau Maulid Nabi, itu baik.

Namun, menjadi catatan di sini ialah ada hari-hari tertentu yang memang diharamkan berpuasa seperti Idul Fitri, Idul Adha, hari-hari tasyrik, dan hari terakhir dalam bulan Sya’ban. Selain itu, ada puasa yang sifatnya makruh seperti puasa Jumat saja atau Sabtu saja.

Nah, di lain sisi, ada puasa yang jika dilakukan akan membawa pahala kebaikan di luar puasa Ramadan. Puasa itu adalah puasa di hari Muharram, hari-hari di empat bulan Suci (Muharram, Rajab, Dulqi'dah, dan Dul-hijjah), hari Arafah, hari Asyura, puasa Senin-Kamis, enam hari Syawal yang terpuji, dan sebagian besar hari Syaban.

Dengan kata lain, jika Anda ingin berpuasa untuk merayakan Hari Maulid Nabi yang jatuh pada 12 Rabi' Awwal, tidak termasuk di antara hari-hari di mana puasa disunahkan.

Ada alasan kenapa puasa di Hari Maulid Nabi kurang mendapat pahala yang besar. Ini karena ada beberapa pandangan yang menjelaskan, Rasulullah tidak lahir di 12 Rabi Awwal, melainkan pada 9 Rabi' Awwal, bahkan beberapa berpandangan lain.

Menjadi catatan ialah jangan kemudian Anda berpuasa di Hari Kelahiran Rasulullah jika itu jatuh di hari Jumat. Sebab, ini hukumnya makruh karena Anda dianggap berpuasa di hari Jumat saja.

Dilaporkan dalam Al-Bukhari dan Muslim bahwa Nabi SAW melarang puasa pada hari Jumat saja. Dia berkata, "Tidak seorang pun dari kalian yang boleh berpuasa pada hari Jumat kecuali dia berpuasa sehari sebelum atau sesudahnya."

Di laman ini disarankan, jika memang ingin berniat puasa untuk rayakan kelahiran Rasul, maka lakukan itu di hari Senin, seperti perilaku Rasulullah.

Ada alasan khusus kenapa Rasul begitu gemar puasa Senin. Ini ternyata berkaitan dengan penyerahan bukti amalan kebaikan manusia setiap minggunya yang dilakukan malaikat ke Allah SWT. Jadi, dengan berpuasa, Rasulullah seperti membuka lembaran baru yang suci. 

Selain karena alasan itu, Rasulullah punya alasan lain yaitu Senin merupakan hari kelahirannya dan di Senin juga dirinya ditetapkan sebagai utusan Allah. Jadi, sebagai bentuk syukur, Rasulullah melakukan puasa di hari Senin.

Dapat ditarik kesimpulan, tidak ada hari khusus berpuasa bagi Muslim untuk menunjukan cinta kasih pada Rasul di hari lahirnya. Bahkan, bukan sekadar puasa, Muslim juga bisa melakukan amalam baik lainnya seperti salat, beramal, bersalawat atau melakukan kebaikan lainnya sesuai dengan perintah Allah SWT.

Tapi, kalau pun Anda memang ingin merayakan Hari Kelahiran Rasulullah dengan berpuasa, disarankan untuk memilih hari Senin, seperti apa yang beliau lakukan semasa hidupnya.

Sebagai tambahan, dilaporkan dalam Al-Bukhari dan Muslim bahwa Nabi SAW mengatakan: "Dia yang tidak mengikuti tradisi saya (dalam agama), bukan bagian dari saya (bukan salah satu dari pengikut saya)."

Dalam hadis lain dijelaskan, Al-Bukhari tentang otoritas Abu Ya'la bahwa Rasulullah mengatakan, "Siapa pun yang mencintai saya harus mengikuti tradisi saya."

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini