nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Raiahanah, Istri Rasulullah yang Sempat Menolak Masuk Islam

Ibrahim Al Kholil, Jurnalis · Jum'at 29 November 2019 09:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 29 614 2135844 raiahanah-istri-rasulullah-yang-sempat-menolak-masuk-islam-EvbqljOJe9.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

NABI Muhammad SAW mememili beberapa istri, beberapa yang ia nikahi merupakan tawanan perang, salah satunya adalah Raihanah Binti Zaid ibn Amr ibn Khanafah an-Nadhariyah.

Ia adalah wanita yang dikarunia kecantikan dan budi pekerti yang baik. Ia juga merupakan wanita yang menjadi tawanan bersama bani Quraizhah pada Tahun 6 H. Ia tidak mau masuk Islam dan tidak menerima agama selain yahudi. Karena itu, Rasulullah memerintahkan agar Raihanah diasingkan.

Al-Waqidi menceritakan, “Sebelum menjadi tawanan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Raihanah adalah istri seorang penguasa bani Quraizhah. Selanjutnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengambilnya sebagai budak. Pasalnya, Raihanah adalah wanita yang sangat cantik. Rasulullah menawarkan dia agar ia masuk Islam, tetapi Raihanah menolak agama selain Yahudi. Pada akhirnya, Rasulullah pun mengasingkannnya.

Namun Rasulullah kembali berfikir hingga kemudian mengundang Ibnu Sa’yah dan menceritakan apa yang beliau pikirkan. Ibnu Sa’yah menjawab "Demi Allah, Raihanah telah masuk Islam". Setelah itu, ia pergi meninggalkan Rasulullah lalu pergi mendatangi Raihanah dan berkata "Janganlah engkau menjadi pengikut kaummu karena aku telah melihat apa yang diembuskan kepada mereka oleh Hayyu ibn Akhthab. Karena itu, masuk Islamlah karena Rasulullah meminang dirimu untuknya".

Ilustrasi. Foto: Shutterstock

Ibnu Sa’yah mewejangkan ajaran-ajaran Islam dan mendorong Raihanah untuk menyukainya. Ia menjelaskan pula sejauh mana kedudukan yang akan ia peroleh jika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam memilih dan menyuntingnya, bukan wanita yang lain. Akhirnya Raihanah setuju masuk agama Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Wajah Ibnu Sa’yah tampak berseri gembira. Ia pun bergegas menemui Rasulullah dan segera bicara: ‘Wahai Rasulullah, Raihanah sungguh telah masuk Islam.’ Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam sangat gembira. Beliau perintahkan agar Raihanah dibawa ke rumah Ummul Mundzir binti Qais.

Raihanah tinggal disisi Ummul Mundzir hingga melewati satu kali haid kemudian suci. Ummul Mundzir kemudian datang dan menyampaikannya kepada Rasulullah tentang Raihanah yang sudah suci dari haid.

Rasulullah mendatangi Raihanah di rumah Ummul Mundzir seraya bersabda: “Jika engkau mau, aku akan membebaskanmu dan menikahimu atau menjadikanmi hamba sahaya dan mempergaulimu sebagai budak.”

Raihanah menjawab: ‘ Wahai Rasulullah, yang terbaik bagimu dan bagiku adalah jika aku menjadi budak milikmu.’

Sejak saat itu Raihanah menjadi hamba sahaya Rasulullah yang beliau perlakukan dengan baik semasa hidupnya hingga ia meninggal disisi Rasulullah.”

Ibnu Abi Dzi’b menceritakan, “Aku pernah bertanya kepada az-Zurhi tentang Raihanah. Ia pun menjawab : ‘Ia adalah budak milik Rasulullah yang kemudian dimerdekakan dan dinikahi oleh beliau. Namun Raihanah selalu menutup diri dalam rumahnya. Ia berkata: ‘Tidak ada seorang pun yang melihatku kecuali Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.’.”

Dari Umar Ibn Hakam, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu’Alaihi Wa Sallam memerdekakan Raihanah binti Zaid ibn ‘Amr Ibn Khanafah . Saat itu ia hidup bersama suami yang sangat mencintainya, Raihanah berkata: ‘Aku tidak akan mencari pengganti setelahnya.”

Raihanah adalah wanita yang sangat cantik. Ia berkata , “Ketika Bani Quraizhah jatuh menjadi tawanan Rasulullah, aku adalah salah seorang yang diajukan kepada beliau. Rasulullah memerintahkan agar aku dikucilkan. Saat itu Rasulullah berhak mendapat pilihan dalam rampasan perang. Ketika aku telah dikucilkan, Allah memilih diriku. Rasulullah membawaku ke kediaman Ummul Mundzir binti Qais untuk beberapa hari hingga para tahanan dibunuh dan para sandera kocar-kacir.

Rasulullah mendatangiku diriku. Aku menjauh dari beliau karena malu. Namun, Rasulullah menenangkanku dengan mengatakan: ‘Jika Allah dan Rasul-Nya memilih, Rasulullah memilihmu untuk dirinya.’ Aku menjawab: ‘Sesungguhnya, aku memilih Allah dan Rasul-Nya.’

Ketika aku masuk Islam, Rasulullah memedekakan diriku. Setelah itu, beliau menikahiku dengan mas kawin sebanyak 12 uqiyah dan 1 nasy (1 Uqiyah=1000 dirham, 1 nasy=500 dirham) sebagaimana mas kawin yang beliau berikan kepada para istri lainnya. Beliau menjadikanku pengantin di kediaman Ummul Mundzir. Beliau memberiku giliran seperti para istri yang lain dan memakikan hijab kepadaku.”

Rasulullah sangat simpati kepada Raihanah. Pasalnya, tidak ada sesuatu pun yang ia minta, kecuali beliau kabulkan. Ada yang mengatakan kepadanya: "Andai engkau meminta Rasulullah untuk membebaskan seluruh Bani Quraizhah, beliau pasti membebaskan mereka semua."

Raihanah pernah mengatakan, "Rasulullah tidak berdua denganku sebelum para sandera dibagi-bagi."

Rasulullah sering berduaan dengan Raihanah. Ketika itu Raihanah tinggal bersama Rasulullah hingga ajal menjemputnya sekembalinya dari Haji Wada'. Beliau makamkan Raihanah di Tanah Baqi'.

Rasulullah menikahi Raihanah pada bulan Muharram Tahun 6 H. Dari Syihab, ia berkata, "Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengambil Raihanah dari Bani Quraizhah. Beliau kemudian memerdekakannya hingga ia bisa kembali kepada keluarganya."

Ada pula riwayat yang mengatakan, "Raihanah adalah wanita Bani Nadhir yang jatuh menjadi tawanan dan Rasulullah sesekali mendatanginya." Beliau menyandera Raihanah pada bulan Syawal Tahun 4 H. Ada pula yang mengatakan bahwa tawanan itu di al-Aliyah.

Demikianlah, kita melihat bahwa buku-buku sirah dan biografi yang mencatat tentang Raihanah binti Zaid berselisih pendapat tentang wanita ini. Karena itu, kami berpikir untuk menceritakan secara utuh sesuai cerita para perawi.

Demikian dikutip dari Buku Biografi 39 Tokoh Wanita Pengukir Sejarah Islam, Halaman 122-124, karya Dr.Bassam Muhammad Hamami.

Redaksi Okezone menerima foto atau tulisan pembaca berupa artikel tausyiah, kajian Islam, kisah Islam, cerita hijrah, kisah mualaf, event Islam, pengalaman pribadi seputar Islam, dan lain-lain yang berkaitan dengan Muslim. Dengan catatan foto atau artikel tersebut tidak pernah dimuat media lain. Jika berminat, kirim ke redaksi.okezone@mncgroup.com, cc okezone.lifestyle2017@gmail.com.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini