Kisah Nabi, Tongkat Musa Berubah Menjadi Ular Besar

Selasa 10 Desember 2019 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 10 614 2140200 kisah-nabi-tongkat-musa-berubah-menjadi-ular-besar-iU498zO1FR.jpg Ilustrasi ular besar (Foto: Pixabay)

Suatu ketika Raja Firaun dengan sombongnya menantang Nabi Musa dengan mendatangkan para tukang sihir untuk melawan kekuatan Musa. Para tukang sihir menawarkan kepada Musa, siapa yang akan memulai terlebih dahulu. Musa memilih para tukang sihir yang akan memulainya. Lalu mereka melemparkan tali temali dan tongkat-tongkat ke tengah area pertandingan.

Tiba-tiba tali-temali dan tongkat-tongkat tersebut dalam pandangan Musa akibat pengaruh sihir, berubah menjadi ular-ular yang menjalar kian kemari, maka Musa mulai takut. Allah SWT berfirman,

 ular

“(Setelah mereka berkumpul) mereka berkata: “Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan?” Berkata Musa: “Silahkan kamu sekalian melemparkan”. Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka. Maka Musa merasa takut dalam hatinya.” (Qs Thaha [20]: 65-67)

Sihir tidak bisa merubah kenyataan. Tali temali pada hakikatnya tetap menjadi tali temali, tidak pernah berubah jadi ular-ular. Ilmu sihir bisa membuat dalam pandangan orang yang melihat tali temali itu berubah jadi ular.

Tukang sihir bisa saja menyihir bongkahan batu jadi emas, tetapi sebenarnya bongkahan batu itu tidak pernah berubah jadi emas, hanya orang-orang yang kena pengaruh sihir melihatnya seperti emas.

Kalau sihir bisa mengubah kenyataan, tentu para tukang sihir di dunia akan menjadi kaya raya sehingga tidak perlu bersusah payah lagi mencari nafkah.

Akibat pengaruh sihir, Musa menjadi takut melihat ular-ular yang begitu banyak merayap, maka Allah SWT segera menegurnya agar tidak takut, karena yang diberikan kepada Musa, yaitu mukjizat tongkat bisa berubah menjadi ular yang akan mengalahkan semuanya itu. Allah SWT berfirman,

“Kami berkata: “Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. “Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang”. (QS Thaha [20]: 68-69)

Tongkat yang dilemparkan Nabi Musa benar-benar berubah jadi ular besar dan menelan semua ular-ular palsu tukang sihir tersebut. Allah menegaskan tukang sihir tidak akan pernah bisa mengalahkan mukjizat yang diberikan Allah SWT kepada Musa.

Para tukang sihir yang berkumpul di arena tahu persis bahwa apa yang dilakukan Musa sama sekali bukanlah sihir. Sebagai orang yang berpengalaman dalam dunia sihir, mereka bisa membedakan mana yang sihir dan mana yang bukan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Para tukang sihir yakin bahwa Musa berada di pihak yang benar, oleh sebab itu serentak mereka bersujud dan menyatakan beriman dengan Tuhannya Musa, Allah SWT.

Allah SWT berfirman,

“Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: “Kami telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa”. (QS Thaha [20]: 70)

Tentu saja Raja Firaun marah besar. Kekalahan para tukang sihir itu saja sudah menamparnya, apalagi sampai menyatakan beriman dengan Tuhannya Musa.

Raja Firaun mengancam akan membunuh mereka jika tetap beriman kepada Tuhannya Musa dan Harun. Allah SW berfirman,

“Berkata Firaun: “Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik, dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya”. (QS Thaha [20]: 71)

Kekalahan itulah yang menyadarkan para tukang sihir bahwa yang mereka hadapi bukanlah ahli sihir, tapi utusan Allah SWT. Oleh sebab itu mereka segera menyatakan beriman.

Raja Firaun merupakan seorang tiran yang zalim, yang menganggap dirinya tuhan. Ia sangat sombong padahal hanya manusia biasa.

Untuk menghindari tuduhan bahwa dia tidak dapat menerima kekalahan, maka Raja Firaun mencari alasan lain kenapa dia mengancam akan membunuh para tukang sihir itu. Bukan karena beriman dengan Tuhannya Musa dan Harun, tapi karena tidak minta izin terlebih dahulu kepadanya sebelum menyatakan beriman.

Seperti dilansir dari Suara Muhammadiyah, Tidak ada aturan seseorang harus minta izin dulu kepada Raja Firaun sebelum beriman kepada Allah SWT. Tapi begitulah biasanya, seorang raja yang zalim tidak memerlukan alasan yang benar untuk berbuat sewenang-wenang kepada rakyatnya.

Raja Firaun tetap mengganggap Musa sebagai ahli sihir, bukan utusan Tuhan. Bahkan menuduh Musa adalah guru dari para tukang sihir tersebut.

Maka secara tidak langsung Raja Firaun menuduh para tukang sihir tersebut bersekongkol dengan Musa untuk mengalahkannya dan mengusir bangsa Mesir dari Mesir.

Ternyata, di luar dugaan Raja Firaun, para tukang sihir itu sama sekali tidak takut dengan ancamannya. Mereka tetap mempertahankan keimanan yang baru saja mereka terima, apa pun yang akan terjadi.

Allah SWT berfirman,

“Mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami dan daripada Tuhan yang telah menciptakan kami; Maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia Ini saja.” (QS Thaha [20]: 72)

Hal yang mereka saksikan dalam pertandingan di arena itu baru satu mukjizat yaitu tongkat Musa menjadi ular dan menelan tali temali dan tongkat-tongkat yang telah disihir menjadi ular-ular yang menjalar kian kemari, tetapi kenapa dalam ayat disebutkan dalam bentuk jamak yaitu mukjizat, bukan mukjizah.

Menurut Quraish Shihab (Tafsir Al-Mishbah 8:334), diungkapkan dalam bentuk jamak karena dalam penilaian mereka, pada apa yang ditampilkan Musa terdapat beberapa hal yang mengagumkan, misalnya beralihnya tongkat menjadi ular besar, lalu ular itu memakan tali temali dan tongkat yang sudah disihir jadi ular, kemudian ular itu beralih kembali menjadi tongkat.

Dalam pandangan para tukang sihir itu, ini bukanlah satu bukti, tetapi sudah bukti-bukti.

Mukjizat yang baru saja mereka saksikan secara nyata dalam pertandingan itu telah membuat mereka yakin bahwa Musa adalah utusan Tuhan. Keyakinan itu tidak bisa lagi dikalahkan oleh ancaman Raja Firaun. Sekalipun diancam untuk dipotong tangan dan kaki mereka secara bersilang, lalu disalib di pohon kurma. Mereka tidak takut karena sudah beriman kepada Allah SWT.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya