Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta memberikan penghargaan kepada mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebagai pencetus moderasi beragama di Indonesia.
Penghargaan atas usaha moderasi beragama tersebut diberikan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Prof Dr Amany Lubis kepada Mantan Menag Lukman Hakim pada Seminar Nasional Perempuan dan Pendidikan di Kampus UIN Jakarta.

"Sebenarnya penghargaan ini kurang tepat diberikan kepada saya. Sebab, saya hanya sekedar menggaungkan kembali ide yang sesungguhnya sudah lama diikhtiarkan para tokoh agama kita terdahulu," ujar Lukman Hakim kemarin.
Penghargaan ini tertuang dalam Keputusan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta No 941 Tahun 2019 tentang Penghargaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Kategori Pencetus Moderasi Beragama di Indonesia Tahun 2019.
Dalam konsiderasi disebutkan penghargaan diberikan dalam rangka mengapresiasi tokoh publik atas dedikasinya kepada bangsa Indonesia sebagai pencetus moderasi beragama.
Seperti dilansir dari website Kemenag, selama menjabat sebagai menteri agama, Lukman Hakim gencar mengkampanyekan dan menggerakkan moderasi beragama. Hal tersebut dituangkan dalam banyak program Kemenag, antara lain pada aspek kurikulim pendidik, kepenyuluhan, bahkan sampai pada bimbingan manasik haji.
Lukman Hakim juga menginisiasi terbitnya buku Moderasi Beragama. Berkat kerja kerasnya moderasi beragama masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah (RPJMN) 2020 - 2024.
Hadir dalam pemberian penghargaan itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Azyumardi Azra dan Prof Dr. Nabilah Lubis, serta para dosen dan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
(Dyah Ratna Meta Novia)