Belajar Zuhud dari Gus Dur

Jum'at 27 Desember 2019 00:24 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 26 614 2146288 belajar-zuhud-dari-gus-dur-8RMYE2W3AQ.jpg Gus Dur dicintai hingga sekarang (Foto: Inst)

Putri KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Alissa Wahid mengatakan, banyak dimensi yang dapat dipelajari dan diteladani dari sosok KH Abdurrahman Wahid. Salah satunya adalah kezuhudannya dalam menjalani kehidupan.

“Apakah kita bisa meneladani zuhud beliau dari gemerlap kekuasaan dan materi?” kata putri Gus Dur tersebut saat memberikan sambutan atas nama keluarga pada peringatan Haul ke-10 ayahnya di halaman gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta belum lama ini.

 Gus Dur selalu dikenang pecintanya

Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian itu menceritakan, meski pernah menjabat sebagai presiden dan ketua umum organisasi masyarakat Islam terbesar di dunia, Gus Dur masih meminjam uang kepadanya.

“Setengah tahun sebelum wafat, ayah masih meminjam uang kepada saya karena tidak punya uang,” jelasnya.

Padahal, lanjutnya, Gus Dur berbicara di mana-mana, menulis di berbagai media. Akan tetapi, ia tidak memiliki uang.

Alissa mengaku beberapa kali pernah meminta kepada ayahnya untuk dibelikan ini dan itu tapi tidak dituruti. Sempat ia menyampaikan kepada ayahanya bahwa di sebuah laci terdapat uang. Namun, Gus Dur menjawab bahwa itu uang rakyat.

“Itu uang titipan untuk rakyat, bukan uang kita,” katanya menirukan jawaban Gus Dur.

Gus Dur, terang Alissa, tidak pernah mempersoalkan pakaian yang dikenakannya. Ketika kerah baju panjang batiknya rusak, lengan bajunya digunting untuk menambal kerah tersebut. “Kalau kerahnya sudah rusak, dipotong lengennya ditaroh di kerahnya.”

Sementara kita hari ini, lanjutnya, baru punya jabatan sedikit saja sudah memikirkan mana baju yang pantas untuk jabatan yang diembannya. "Kita baru punya jabatan sedikit saja sudah mikir baju pantas gak buat jabatan kita.”

Alissa menegaskan, jabatan merupakan jalan atau perantara saja untuk mewujudkan kemaslahatan umat. “Banyak yang sudah memiliki jabatan lupa itu amanah wasilah untuk kemaslahatan umat,” katanya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Di samping itu, Gus Dur juga sabar dalam menerima kekalahan dan kegagalan hidup. Sebab, banyak orang yang mengalami kegagalan dan tidak menjadikan kegagalan itu sebagai batu sandungan.

Selam ini Gus Dur juga selalu istiqomah melihat hidup hanya sebagai saluran berkah untuk orang-orang di sekitar. Sebab, sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

Ungkapan demikian bagi Gus Dur bukan sekadar jargon melainkan sebagai tugas mewujudkan Islam rahmatan lil alamin yang sudah tidak bisa ditawar.

Seperti dilansir NU Online, hal lain yang kerap kali Gus Dur lakukan adalah melontarkan humor dengan menertawakan dirinya sendiri dan tidak pernah untuk merendahkan orang lain.

Alissa menjelaskan bahwa hal tersebut dapat melatih diri untuk rendah hati. “Menertawakan diri sendiri membantu mengingatkan diri kita untuk tetap rendah hati.”

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya