Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mukjizat-Mukjizat Nabi Muhammad, Menyembuhkan Buta dan Luka Perang

Abu Sahma Pane , Jurnalis-Senin, 30 Desember 2019 |08:38 WIB
Mukjizat-Mukjizat Nabi Muhammad, Menyembuhkan Buta dan Luka Perang
Ilustrasi. Foto: Istimewa
A
A
A

NABI Muhammad merupakan nabi terakhir yang diyakini oleh umat Islam. Kehidupannya diwarnai oleh sejumlah mukjizat, di antaranya menyembuhkan luka dan buta.

Contoh pertama mukjizat Nabi Muhammad adalah ketika ia menyembuhkan kaki sahabat Abdullah bin Atik yang patah saat menjalankan misi penyerangan.

Dikisahkan, Abdullah bin Atik bersama beberapa orang lainnya mendapat tugas untuk melakukan penyerangan terhadap Abu Rafi’ (Sallam bin Abi al-Huqaiq), seorang saudagar Yahudi yang menjadi provokator terhadap kaum Quraisy agar memerangi kaum Muslimin di Madinah, sekaligus menjadi penyandang dana perang mereka. Namun, dalam misi tersebut, kaki Abdullah patah. Selengkapnya, kisah ini diceritakan dalam Shahih al-Bukhari:

حَتَّى انْتَهَيْتُ إِلَى دَرَجَةٍ لَهُ، فَوَضَعْتُ رِجْلِي، وَأَنَا أُرَى أَنِّي قَدِ انْتَهَيْتُ إِلَى الأَرْضِ، فَوَقَعْتُ فِي لَيْلَةٍ مُقْمِرَةٍ، فَانْكَسَرَتْ سَاقِي فَعَصَبْتُهَا بِعِمَامَةٍ، ثُمَّ انْطَلَقْتُ حَتَّى جَلَسْتُ عَلَى البَابِ، فَقُلْتُ: لاَ أَخْرُجُ اللَّيْلَةَ حَتَّى أَعْلَمَ: أَقَتَلْتُهُ؟ فَلَمَّا صَاحَ الدِّيكُ قَامَ النَّاعِي عَلَى السُّورِ، فَقَالَ: أَنْعَى أَبَا رَافِعٍ تَاجِرَ أَهْلِ الحِجَازِ، فَانْطَلَقْتُ إِلَى أَصْحَابِي، فَقُلْتُ: النَّجَاءَ، فَقَدْ قَتَلَ اللَّهُ أَبَا رَافِعٍ، فَانْتَهَيْتُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَدَّثْتُهُ، فَقَالَ: «ابْسُطْ رِجْلَكَ» فَبَسَطْتُ رِجْلِي فَمَسَحَهَا، فَكَأَنَّهَا لَمْ أَشْتَكِهَا قَطُّ

Artinya: “Saat itu aku sampai di suatu anak tangga hingga kakiku merasa telah menyentuh tanah. Namun, di malam yang bercahaya bulan sangat terang itu aku terjatuh. Kakiku patah. Kemudian aku membalutnya dengan serbanku. Setelah itu, perlahan aku pergi dan duduk di depan pintu gerbang. Aku berkata kepada kawan-kawanku, ‘Aku tidak akan keluar dari benteng ini sampai tahu bila aku benar-benar telah membunuhnya (Abu Rafi).’ Ketika ayam jantan mulai berkokok, seseorang pembawa berita kematian Abu Rafi‘ berdiri dan menyatakan, ‘Aku umumkan bahwa Abu Rafi', saudagar dari Hijaz itu, telah tewas.’ Lalu aku menemui kawan-kawanku dan berkata, ‘Mari kita pergi menyelamatkan diri, karena Allah telah membunuh Abu Rafi’.’ Di hadapan Nabi ﷺ, aku sampaikan hal itu. Beliau bersabda, ‘Bentangkanlah kakimu.’ Lalu aku membentangkannya. Beliau kemudian mengusapnya. Begitu diusap, kakiku sekaan-akan tidak merasakan sakit apa-apa,” (HR. al-Bukhari).

Kedua, menyembuhkan luka Salamah.

حَدَّثَنَا المَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي عُبَيْدٍ، قَالَ: رَأَيْتُ أَثَرَ ضَرْبَةٍ فِي سَاقِ سَلَمَةَ، فَقُلْتُ يَا أَبَا مُسْلِمٍ، مَا هَذِهِ الضَّرْبَةُ؟ فَقَالَ: هَذِهِ ضَرْبَةٌ أَصَابَتْنِي يَوْمَ خَيْبَرَ، فَقَالَ النَّاسُ: أُصِيبَ سَلَمَةُ، فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «فَنَفَثَ فِيهِ ثَلاَثَ نَفَثَاتٍ، فَمَا اشْتَكَيْتُهَا حَتَّى السَّاعَةِ»

Artinya: Al-Makki bin Ibrahim telah meriwayatkan kepada kami bahwa Yazid bin Abu ‘Ubaid bercerita, “Aku pernah melihat bekas luka pukulan pedang pada kaki (bagian lutut) Salamah. Aku lalu menanyakannya, ‘Wahai Abu Muslim, luka bekas pukulan apa itu?’ Dia menjawab, ‘Ini luka bekas pukulan yang aku alami pada saat perang Khaibar. Saat itu orang-orang berkata, ‘Salamah terluka,’ maka aku kemudian menemui Nabi ﷺ, dan beliau meludahi lukaku ini sebanyak tiga kali. Setelah itu aku tidak merasakan sakit apa-apa hingga sekarang,” (HR. al-Bukhari).

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement