Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sains Dalam Alquran, Sinar Matahari Butuh 8 Menit untuk Sampai ke Bumi

Suherni , Jurnalis-Kamis, 02 Januari 2020 |12:27 WIB
 Sains Dalam Alquran, Sinar Matahari Butuh 8 Menit untuk Sampai ke Bumi
Matahari bersinar terang (Foto: US News)
A
A
A

Ketika sinar matahari memasuki atmosfer yang melingkupi bumi, dimulailah penguraian sinar itu oleh partikel-partikel atom padat dan uap air yang ada di udara, lalu sinar itu pun berubah menjadi cahaya.

Kemudian menjadi teranglah siang hari dan terang itu membantu manusia untuk menjalani hidup. Kalau bukan karena karakter sinar matahari yang demikian itu, tentu manusia sama sekali tidak akan mampu menjalani kehidupannya di permukaan planet bumi ini.

Jadi, matahari pada siang hari hanya terdapat pada rentang 200 kilometer di atas permukaan bumi yang mendapatkan cahaya terang. Lalu, apa yang terjadi di luar rentang 200 kilometer tersebut? Yang terjadi adalah kegelapan yang amat pekat dan matahari hanyalah sebuah titik berwarna biru pada lembaran hitam yang sangat legam.

Allah berfirman, "Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari. Demi bulan apabila mengiringınya. Demi siang apabila menampakkannya." (QS Asy-Syams: 1-3).

Sepanjang sejarah, manusia mengira bahwa mataharilah yang menampakkan siang, sedangkan Alquran menyatakan bahwa sianglah yang menampakkan matahari.

Sesungguhnya sinar matahari yang sangat terang itu tidak bisa dilihat kecuali pada lapiran tipis atmosfer bumi yang menghadap matahari. Jadi, yang membuat matahari tampak adalah lapisan siang, bukan sebaliknya.

Manusia selama ini mengira bahwa matahari yang menerangi siang, padahal Alquran mengatakan, "Demi siang apabila menampakkannya (matahari).'' ( QS Asy-Syams: 3).

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement