nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Subhanallah! Dibimbing Said Aqil Bersyahadat, Pria Ini Resmi Jadi Mualaf

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 03 Januari 2020 14:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 03 614 2148887 subhanallah-dibimbing-said-aqil-bersyahadat-pria-ini-resmi-jadi-mualaf-unYQlJnNUO.jpeg KH Said Aqil Siroj (kedua dari kiri) membimbing Willy F.D Tendean mengucapkan dua kalimat syahadat. Foto: NU Online

KETUA Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Dakwah dan Masjid, KH Abdul Manan A. Ghani mengatakan pihaknya kedatangan seorang pria asal Manado, Sulawesi Utara, Willy F.D Tendean, yang ingin mengucapkan dua kalimat syahadat atau hendak jadi mualaf. Pria tersebut datang pada Kamis 2 Januari 2020.

Kemudian Willy pun ditanya tentang kebenaran niatnya masuk Islam. "Ya, proses pertamanya kan ditanya dulu, apa keinginannya sendiri, tidak ada paksaan, tidak ada pengaruh karena keinginan diri sendiri menjadi mualaf," katanya saat dikonfirmasi Okezone, Jumat (2/1/2020).

Abdul Manan juga mengatakan bahwa Willy datang sendiri ke PBNU. "Ia datang sendiri ke PBNU. Ia tahu Gus Dur, tahu PBNU, tahu ya Nahdlatul Ulama sebagai lembaga ormas Islam terbesar," ucap Abdul Manan.

Abdul juga mengatakan dirinya belum mengenal kepribadian Willy secara mendalam karena baru pertama kali bertemu, yaitu di Gedung PBNU saat Willy akan menjadi mualaf.

Lebih lanjut Abdul menjelaskan, proses pengikraran Willy untuk jadi mualaf dibimbing oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan disaksikan Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU KH Robikin Emhas di Gedung PBNU, Kramat, Jakarta Pusat.

Sementara itu dikutip dari laman NU Online, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menjelaskan kepada Willy tentang kelebihan agama Islam, seperti tentang teologinya yang sejak dahulu hingga sekarang tidak berubah.

Pengasuh Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan, ini juga menegaskan bahwa di mana pun, ajaran Islam sama. Rukun Islamnya sama, yakni ada lima: mengikrarkan syadahat, mendirikan salat, berpuasa Ramadan, menunaikan zakat, dan menunaikan haji bagi yang mampu. "Begitu pun syariatnya yang sama: salat, zakat, puasa, haji," katanya.

Selain itu, sambungnya, kitab suci agama Islam, Alqur'an yang tidak mengalami perubahan sedikit pun. Hal itu disebutkan Kiai Said karena dijaga oleh para penghafal Alquran.

Menurutnya, jika terdapat kesalahan cetak di dalamnya, maka akan segera diketahui para penghafal Alquran. "Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad sampai sekarang masih asli. Banyak orang hafal Qur’an. Bahkan banyak yang enggak ngerti artinya, tapi hafal Alquran. Perubahan pada titik (huruf) pun tidak ada," jelasnya.

Terakhir, Kiai Said mendoakan Willy agar istiqamah enjadi seorang Muslim. Dia kemudian memberikan Aquran kepada Willy.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini