Niat, Doa, dan Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 09 Januari 2020 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 09 330 2151057 niat-doa-dan-keutamaan-puasa-ayyamul-bidh-OGgCgAh3MK.jpg Ilustrasi. Foto: Istimewa

GURU Nahwu Sharaf dan Alquran Tajwid Pondok Pesantren Al Masthuriyah, Ustadz Muhammad Sulaeman Nur mengatakan, salah satu amalan sunah yang bisa dikerjakan setiap bulan Hijriyah adalah Puasa Ayyamul Bidh.

"(Red. Puasa Ayyamul Bidh) adalah puasa yang dilakukan pada setiap pertengahan bulan Hijriyah, tanggal 13-14-15," ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (9/1/2020).

Jika disesuaikan dengan kalender Masehi, tanggal 13, 14, dan 15 Hijriyah itu adalah tanggal 8, 9, dan 10 Januari 2020.

Muhammad Sulaeman atau yang akrab disapa Kang Sule melanjutkan, niat Puasa Ayyamul Bidh yaitu:

نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu Sauma Ayyaamal Bidh Sunnatan Lillaahi Ta'ala.

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Artinya: "Saya niat puasa pada hari-hari putih, sunnah karena Allah ta'ala".

Sementara untuk doa Puasa Ayyamul Bidh, kata Kang Sule, setiap Muslim bisa membaca doa apa saja atau sesuai dengan hajat masing-masing, dan tidak ada pelafalan khusus. "Doanya silakan bagaimana hajat kebutuhan pribadi," ucapnya.

Kang Sule juga memaparkan bahwa Puasa Ayyamul Bidh memiliki banyak keutamaan, tiga di antaranya yaitu:

1. Bertambahnya keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

2. Bertambahnya nilai Taqarrub, dekat dengan Allah SWT, sehingga nantinya akan menghsailkan Musyaahadah dan Mukaasyafahm.

3. Bertambahnya nilai keikhlasan dan ketawadhuan seorang hamba.

Sementara dikutip dari laman Nahdatul Ulama (NU Online), mengamalkan Puasa Ayyamul Bidh sama halnya dengan menjalankan puasa selama satu bulan. Namun jika dilakukan setiap bulan, maka ganjarannya sama dengan puasa selama setahun penuh.

Seperti hadist berikut ini, Rasulullah SAW bersabda;

وَإِنَّ بِحَسْبِكَ أَنْ تَصُومَ كُلَّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فإن لك بِكُلِّ حَسَنَةٍ عَشْرَ أَمْثَالِهَا فإن ذلك صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

Artinya: "Sungguh, cukup bagimu berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulan, sebab kamu akan menerima sepuluh kali lipat pada setiap kebaikan yang kau lakukan. Karena itu, maka Puasa Ayyamul Bidh sama dengan berpuasa setahun penuh,"(HR Bukhari-Muslim).

Lebih lanjut Kang Sule menuturkan bahwa terdapat perbedaan pelaksaanaan Puasa Ayyamul Bidh dengan puasa sunnah yang lain. Ia mengatakan Puasa Ayyamul Bidh dilakukan berturut-turut selama tiga hari setiap pertengahan bulan Hijriyah.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini