Lebih lanjut, ternyata suku Aborigin memilih Islam karena adanya sebab. Mereka mengakui, memutuskan menjadi Muslim karena ingin mengobati psikologis mereka yang mereka alami pasca kolonialisme.
Suku Aborigin kerap dipandang sebelah mata, karena memiliki warna kulit yang berbeda dari masyarakat Australia yang mayoritas berkulit putih. Hal itu membuat mereka bersedih.
Namun di dalam Islam mereka merasa tidak ada perbedaan. Islam mengakui bahwa manusia diciptakan di 'berbagai bangsa dan suku' dan semua manusia adalah sama.
Oleh karena itu mereka berharap, adanya agama Islam di antara komunitas pribumi akan terus tumbuh dan bersatu.
(Dyah Ratna Meta Novia)