nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bawa Jimat saat Tes CPNS, Begini Hukumnya dalam Islam

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 11 Februari 2020 08:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 11 330 2166491 bawa-jimat-saat-tes-cpns-begini-hukumnya-dalam-islam-S9O1rAlqNH.jpeg Ilustrasi. Foto: Dede Kurniawan/Okezone

PANITIA Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 Kemenkumham, mendapi peserta seleksi membawa jimat saat tes di Auditorium Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya, Jawa Timur.

"Kita tidak memperkenankan (red. peserta) membawa jimat. Mungkin maksudnya (red. mereka) usaha biar lulus," ujar Koordinator Lapangan Panitia Daerah Seleksi CPNS Kemenkumham Jawa Timur Ketut Akbar Jumat 7 Februari 2020).

Lalu bagaimana hukum memakai jimat dalam Islam? Ketua Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) Jakarta Timur, Ustadz Asroni Al Paroya, mengatakan mempercayai sesuatu selain Allah maka orang itu jatuh ke dalam perbuatan syirik.

"Mengenai jimat dalam pandangan Islam, jika ada orang yang mempercayai suatu benda memiliki kekuatan melebihi kekuatan Allah SWT, atau meyakini benda tersebut sebagai sumber kekuatan dengan catatan ia mengenyampingkan kekuatan selain kekuatan Allah SWT, maka ini bisa dikategorikan perbuatan syirik," katanya kepada Okezone pada Senin (10/2/2020).

Sebagaimana dijelaskan di dalam Alquran, Allah berfirman:

قَالَ أَفَتَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ مَا لا يَنفَعُكُمْ شَيْئًا وَلا يَضُرُّكُمْ

Artinya, Ibrahim berkata: "Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak (pula) memberi mudarat kepada kamu?" (Al-Anbiya’: 66).

Ia melanjutkan, perkara seseorang itu lolos dalam ujian CPNS atau tidak semuanya telah diatur dan jadi kehendak Allah SWT. Untuk itu lebih baik memperbanyak doa, dan ibadah lainnya meminta supaya dilancarkan segala urusan yang sedang dihadapi.

Asroni melanjutkan, “apabila orang yang membawa jimat tersebut tetap meyakini bahwa segala sesuatu itu adalah kehendak Allah SWT, dan Allah SWT adalah yang maha segala-galanya, lulus atau tidaknya itu adalah kehendaknya, dan kita sebagai hambanya ditugaskan untuk berusaha semaksimal mungkin, maka ini boleh-boleh saja. Sekali lagi dengan catatan ia tidak meyakini bahwa jimat itu adalah sumber kekuatan dan melebihi kekuatan Allah SWT.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini