Mengenal Sultan Ottoman Turki yang Menolong Warga Irlandia dari Kelaparan

Wilda Fajriah, Jurnalis · Sabtu 29 Februari 2020 04:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 27 614 2175069 mengenal-sultan-ottoman-turki-yang-menolong-warga-irlandia-dari-kelaparan-PCCCrEan4m.jpg Sultan Abdulmecid I (Foto: About Islam)

Bencana kelaparan pernah terjadi pada pertengahan abad ke-19. Salah satunya terjadi di Irlandia. Berlangsung dari 1845 hingga 1852, hama busuk menghancurkan semua tanaman kentang di pulau itu.

Kentang adalah makanan pokok di Irlandia. Tak ada panen selama bertahun-tahun menyebabkan kelaparan massal, penyakit, dan kematian hampir satu juta orang.

 kentang

Salah satu sumber bantuan yang tak terduga dalam bencana kelaparan ini adalah Kekaisaran Ottoman Turki. Sultan Ottoman Turki, Sultan Abdulmecid I rela membantu rakyat Irlandia yang menderita kelaparan.

Sultan Abdulmecid I baru berusia 23 tahun pada tahun 1847 ketika ia secara pribadi menawarkan ₤10.000 sekira Rp179.252.000 kepada Irlandia.

Padahal ia baru duduk di kursi pemerintahan kurang dari 10 tahun. Atas sikap murah hatinya sebagai seorang muslim yang suka bersedekah, ia dikagumi oleh rakyatnya dan orang lain di negara-negara lain.

Namun sayangnya bantuannya dengan murah hati tak bisa diterima dengan baik oleh Inggris. Bahkan Diplomat Inggris memperingatkan kepada Sultan Abdulmecid I kalau ia tak boleh menyumbang lebih banyak dari sumbangan Ratu Victoria. Akhirnya ia tak jadi menyumbang sebanyak yang ia tawarkan sebelumnya.

Namun Henry Wellesley, Duta Besar Inggris untuk Konstantinopel, menyatakan rasa terima kasihnya kepada Sultan Ottoman tersebut atas nama Kerajaan Inggris.

Sultan Ottoman yang baik hati

Sumbangan Sultan Abdulmecid I sangat berharga bagi masyarakat di Inggris dan Irlandia. Mereka sangat berterima kasih dan kagum atas kemurahan hati sang sultan.

Meskipun Sultan Abdulmecid I tidak mengharapkan imbalan apa pun atas bantuan yang telah diberikan kepada Irlandia, namun beberapa dari mereka memilih mendukung sisinya pada 1854, hanya dua tahun setelah kelaparan berakhir. Inggris terlibat dalam Perang Krimea untuk mempertahankan wilayah Ottoman Turki melawan Kekaisaran Rusia yang sedang berkembang saat itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini