Kiai Cholil Nafis: Nabi Menyambut Ramadhan 2 Bulan Sebelumnya

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 21 April 2020 22:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 21 614 2202849 kiai-cholil-nafis-nabi-menyambut-ramadhan-2-bulan-sebelumnya-WKfhtaZuma.jpg Menyambut Ramadhan (Foto: Scoop Empire)

Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. M. Cholil Nafis mengatakan, Ramadhan sebaiknya disambut dengan penuh suka cita. Kemudian kata tarhid Ramadhan juga sering didengar ketika bulan suci tersebut datang.

"Dari kata Rohaba artinya menyambut, makannya kalau orang Arab selalu mengucapkan Marhaban atau selamat datang (kepada tamunya)," kata Kiai Cholil Nafis saat kajian daring melalui live Instagram Sindonews, Selasa (21/4/2020).

Kemudian makna dari tarhib itu sendiri adalah menyambut suka cita kedatangan Ramadhan, karena Nabi Muhammad SAW pun juga telah menyambut datangnya bulan suci tersebut sejak dua bulan sebelumnya.

 Kisah Nabi Muhammad

"Nabi sudah menyambut (Ramadhan) dua bulan sebelumnya. Iya, misalnya kita kedatangan orang yang kita cinta pasti akan disambut," ujarnya

Lebih lanjut, kata Kiai Cholil, yang dapat menyambut datangnya Ramadhan hanya orang-orang yang beriman karena merasa bahagia telah dipertemukan kembali dengan bulan suci. Namun lain halnya jika seseorang merasa kurang senang, jika Ramadhan tiba.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

"Nah di sini, bisa tahrib tidak. Kalau misalnya merasa ancaman bulan puasa memikirkan tidak bisa makan karena diganti ke malam, itu perlu dipertanyakan imannya," tuturnya.

Oleh karena itu dengan adanya wabah virus corona ini menjadi hikmah tersendiri. Sehingga umat Islam bisa lebih sering berkumpul serta berubadah bersama keluarganya.

"Ini hikmahnya (adanya wabah corona)," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya