Cek Fakta, Viral Ustadz Marahi Warga Pelanggar PSBB

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 27 April 2020 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 27 614 2205577 cek-fakta-benarkah-ketua-mui-kaltara-marah-marahi-warga-vLbFAFBq0a.jpg Aksi MUI viral di media sosial. (Foto: Capture YouTube iNews)

BEREDAR video viral Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kalimantan Utara (Kaltara) KH Zainuddin Dalila, turun ke jalan seakan memarahi warga karena melanggar ketentuan pembatasan sosial berskala  besar (PSBB) di tengah pandemi corona (COVID-19).

Ya, dengan nada tegas, ia meminta masyarakat agar menaati peraturan pemerintah dan imbauan para ulama agar tetap di rumah, khususnya ibadah di rumah, demi mencegah virus corona (COVID-19).

Dikutip dari tayangan iNews, Senin (27/4/2020), di dalam video tersebut Kiai Zainudin mengatakan, bahwa peraturan yang saat ini tengah dilakukan merupakan tanggung jawab para ulama dan pemerintah.

"Ilmu kita enggak sampai di mana, apabila mau tanggung jawab ada yang tanggung jawab, itu ada yang bikin fatwa," katanya.

ustadz marah

Suaranya yang terdengar meninggi, Kiai Zainudin juga berbicara persoalan hukum sholat berjamaah di masjid. Ia menuturkan, bahwa berjamaah hukumnya adalah fardhu kifayah, sementara menjaga kesehatan adalah fardhu ain.

Ia juga menegaskan, di saat mewabahnya penyakit seperti sekarang ini melaksanakan sholat di rumah lebih baik, dibanding sholat di masjid karena untuk mencegah penularan COVID-19.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Saat diwawancarai iNews, Kiai Zainudin mengklarifikasi bahwa ia bukan sedang marah kepada masyarakat. Namun mempertegas agar mematuhi peraturan pemerintah beserta fatwa MUI agar tetap di rumah.

"Jadi itu bukan memarahi, saya sebetulanya terdorong keinginan untuk kita ini supaya cepat, dimana situasi sekarang ini serba enggak bisa keluar rumah. Kadang-kadang saya keras menyampaikan kepada masyarakat," ujarnya.

ustadz

Lebih lajut, kata dia, jika seluruh masyarakat mengikuti peraturan maka akan mempercepat mata rantai virus COVID-19. Akan tetapi, apabila umat masih saja bersikeras melaksanakan sholat berjamaah di masjid maka tidak akan pernah selesai wabah penyakit tersebut.

"Itulah dimana-mana saya sampaikan, cobalah. Kalau seluruh masyarakat disiplin ikuti imbauan pemerintah, Insya Allah kita tidak lama keadaan seperti ini," ucapnya.

Selain itu, ia merasa bersedih dan kasihan kepasa para tenaga medis yang gugur karena menjadi garda terdepan untuk melawan COVID-19. Ia pun medengar mereka (tenaga medis) meminta kepada masyarakat agar tetap di rumah, tidak keluar apabila bukan keadaan mendesak.

Ternyata aksi turun ke jalan untuk mengingatkan masyarakat akan bahaya COVID-19 itu membuahkan hasil. Zainudin mengatakan, saat ini masyarakat sudah mulai berkurang untuk kegiatan di masjid dan kumpul-kumpul lainnya.

"Sebelumnya masih ada yang sholat berjamaah di masjid, Jumatan masih. Tapi setelah kami sosialisasikan, Alhamdulillah sekarang sudah tidak ada lagi, bahkan saya kira semua sudah tidak sholat Jumat. Saya setiap pagi sms teman-teman, mari kita bantu pemerintah agar cepat memutus mata rantai virus ini. Berbuat jangan cuma nonton," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya