Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mudik yang Sejati

Mudik yang Sejati
A
A
A

Ramadan adalah bulan pengampunan. Allah mengampuni segala dosa selain syirik (QS. An-Nisa/4: 48). Dosa menjauhkan manusia dari Allah. Taubat mendekatkan kembali manusia kepada-Nya. Sebesar apapun dosa manusia, dia tidak boleh berputus asa dari rahmat-Nya (Az-Zumar/39: 53).

Allah terjaga dan tidak pernah tidur. Dia menunggu manusia tersungkur, merintih memohon ampunan-Nya. Setiap saat didurhakai manusia, Allah tidak berhenti bersifat Rahmân-Rahîm. Kasih sayang-Nya lebih besar dan mendahului murka-Nya (QS. al-An’âm/6: 54; QS. al-A’râf/7: 156).

Jika manusia mendekati Allah sejangkal, Dia akan mendekatinya sehasta. Jika manusia mendekati Allah sehasta, Dia akan mendekatinya sedepa. Jika manusia mendekati Allah berjalan, Dia akan menyongsongnya berlari (HR. Bukhârî-Muslim).

Setiap saat Allah membentangkan pintu ampunan. Dari satu salat ke salat lain melebur dosa. Dari satu Jum’at ke Jum’at lain melebur dosa. Dari satu Ramadan ke Ramadan lain melebur dosa, jika menjauhi dosa besar (HR. Muslim). Ramadan istimewa karena pengampunan Allah lebih intensif. Dia membuka lebar-lebar pintu taubat. Maka celakalah orang yang masuk dan melewati Ramadan, tetapi tidak diampuni dosanya (HR. Tirmidzî).

(Baca Juga: Hidayah di Bulan Ramadhan, Aktris Cantik Ini Resmi Jadi Mualaf)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement