Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mudik yang Sejati

Mudik yang Sejati
A
A
A

Jika kita kunci mulut dengan membatasi bicara dengan makhluk, Allah akan membimbing percakapan agung dengan Kalam-Nya. Kita akan dijamu oleh Allah sebagai tamu-Nya di keheningan malam. Kita akan dibimbing untuk ridha atas semua ketetapan-Nya. Kita akan ditolong untuk bergembira atas takdir-Nya.

(Baca Juga : Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Bakal Segera Dibuka)

Sebesar apa pun kesulitan hidup yang sedang kita alami, Allah menjanjikan jalan keluar bagi hamba-Nya yang bertakwa. Dia akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak terduga-duga. Siapa yang berserah diri kepada Allah, Dia akan mencukupi kebutuhannya dan membereskan urusannya (QS. At-Thalâq/65: 2-3).

Ramadan tahun ini istimewa. Kita punya cukup waktu di rumah untuk taubat: berdzikir, tafakkur, dan bercakap-cakap dengan Kalam-Nya. Kita lebih banyak bekal untuk menyiapkan mudik akbar.

Kita ini penduduk surga yang terlempar ke bumi, berkalang tanah, bergelut lumpur. Setiap malam Tuhan turun ke langit dunia, merentangkan tangan-Nya, memanggil manusia lari ke haribaan-Nya untuk menghapus noda. Tidak ada dosa kecil di hadapan keadilan-Nya, tidak ada dosa besar di hadapan kasih sayang-Nya. Tuhan tidak pernah bosan menunggu makhluk-Nya kembali, mendaki surga tempat asal-usulnya berasal.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement