Share

Prank Sampah Ferdian Paleka, Ini Nasihat Aa Gym

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Jum'at 15 Mei 2020 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 15 614 2214449 prank-sampah-ferdian-paleka-ini-nasihat-aa-gym-6UDBqcgYRX.jpg Ferdian Paleka (depan). Foto: Okezone

YOUTUBER Ferdian Paleka ditangkap polisi usai dilaporkan karena membuat prank bagi-bagi paket sembako yang ternyata isinya sampah. Sejumlah ulama pun menyoroti aksi pemuda tersebut.

Contohnya Ustadz Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) yang mengunggah potongan video prank tersebut ke akun Instagramnya, @aagym. Dalam postingannya, ia mengatakan kelakukan Ferdian Paleka sangat menyedihkan.

“Sahabatku sekalian, sungguh menyedihkan mendengar berita prank tentang bingkisan yang berisi sampah,” ujarnya sebagaimana dikutip Okezone pada Jumat (15/5/2020).

Aa Gym mengatakan bergurau mempermainkan diri orang lain hanya untuk kesenangan diri saja adalah suatu keburukan. "Apalagi bergurau mempermalukan orang, menyakiti orang, mencari nafkah, popularitas, mencari uang dengan cara menzalilmi orang lain, itu sungguh kehidupan yang tidak berkah," tuturnya.

Aa Gym pun memberi nasihat agar prank yang dilakukan Ferdian dijadikan pelajaran. Selain itu ia mengajak semuanya agar pelaku bisa tobat.

Baca Juga: Jadi Dosen, Yuk Intip Pesona Ellen Eks Cherrybelle Berbusana Syar'i 

"Kita doakan yang melakukannya supaya bisa tobat dan memperbaiki diri. Jadi pelajaran bagi kita semua . Mari di bulan yang penuh berkah ini sangat hati-hati mejaga sikap," ucap Aa Gym.

Menurutnya jika tak bisa berbuat baik kepada orang lain, minimal tidak merugikan orang lain dalam bentuk apapun.

Sebelumnya Abdul Somad juga mengaku berkali-kali menonton video prank sampah Ferdian Paleka. Menurutnya media sosial telah menggau kesadaran pelaku.

Baca Juga: Pesan Damai Malam Lailatul Qadar 

“Beberapa kali video itu saya ulang. Memperhatikan raut wajah pelaku saat kejadian. Kemudian dibandingkan dengan saat meminta maaf, baik pada kasus parodi lagu Aisyah, prank sampah, tiktok shalat, dan beberapa masalah sejenis,” ucap Abdul Somad dalam Instagramnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Ia mengakan saat peristiwa itu usai, pelaku seperti baru tersadar. Sadar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah merasa, tahu, ingat, mengerti dan siuman.

“Berarti, saat peristiwa itu terjadi pelaku tidak sadar. Sedang mengalami euforia; perasaan ekstrim, tidak rasional, pada emosi. Itu bisa terlihat pada pada raut wajah, body language, diperjelas lagi dengan beberapa ungkapan, "Saya akan menyerahkan diri jika follower tiga puluh ribu", atau, "Salah saya apa? Kucingnya kan masih hidup,” tutur Abdul Somad.

“Betapa sosial media perlahan-lahan mengganggu kesadaran orang, jika tidak ingin disebut merusak kesadaran. Ketika masuk ke alam sosial media, orang menjadi sangat-sangat, sangat gagah melebihi Kevin Cosner dalam Dances With Wolves walau kenyataannya macam Tok Labu Menjemur Kain. Bisa sangat senang, atau sangat marah, atau sangat puitis. Tidak normal. Seperti terpukau, terhipnotis,” tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini