Pengalaman Spiritual Rooney di Padang Arafah, Masuk Islam Usai Mendengar Adzan

Senin 25 Mei 2020 14:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 25 614 2219145 pengalaman-spiritual-rooney-di-padang-arafah-masuk-islam-usai-mendengar-adzan-3TlZIhuEyt.JPG Alan Rooney, mualaf asal Skotlandia yang masuk Islam karena tersentuh suara adzan (Foto: BBC)

PENGALAMAN spiritual dialami seorang pria asal Skotlandia, Alan Rooney, sebelum memutuskan menjadi mualaf pada 2013 silam. Uniknya, ia masuk Islam tanpa pernah bertemu sebelumnya dengan seorang muslim.

Rooney, mengisahkan pengalaman istimewa itu saat merasakan keberkahan di Padang Arafah hingga dirinya tak sadar meneteskan air mata begitu deras. Idul Fitri 1441 Hijriah kali ini merupakan yang ketujuh bagi Alan. Meski bulan Ramadhan dan Idul Fitri dijalaninya di tengah pembatasan sosial imbas wabah Covid-19, namun ia tetap bisa merasakan kekhusyukan beribadah.

"Alhamdulilah, ini Ramadhan dan Idul Fitri ketujuh bagi saya, perjalanan spiritual yang luar biasa, sangat istimewa. Saya mendapat kesempatan ke sejumlah tempat termasuk ke Padang Arafah saat naik haji," kata Alan dikutip dari laman BBC News Indonesia.

Baca juga: Kisah Guru yang Dibebaskan dari Api Neraka

"Di tempat ini, saya menangis untuk pertama kalinya, air mata yang begitu indah, saya sangat merasakan berkah, kebahagiaan dan kasih Allah. Ini merupakan cara Tuhan menggerakkan hati saya," imbuh Alan.

Momen Ramadhan dan Idul Fitri kata Alan, selalu istimewa baginya karena bisa dimanfatkannya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT meski hanya di rumah saja imbas kebijakan lockdown. "Namun, saya sangat rindu bertemu dengan teman-teman yang tak bisa saya temui karena lockdown ini," lanjutnya.

Alan Rooney

Dalam tujuh tahun perjalanan spiritualnya untuk menemukan Islam, Alan bercerita apa yang ia sebut meneteskan air mata paling indah dalam hidupnya.

"Pertama kali saya menangis dengan air mata paling indah yang pernah saya rasakan adalah saat saya berada di Padang Arafah, di luar Makkah saat menunaikan ibadah haji," ungkapnya mengenang pengalaman tahun 2016 itu.

Baca juga: Melunturkan Dosa Tidak Harus dengan Berjabat Tangan

"Saya tidak pernah merasakan air mata seperti ini sebelumnya. Rasanya sangat berharga, seperti permata, dengan kesucian yang sangat dalam. Saya bahkan ingat suhu air mata ini, terasa dingin, tidak seperti air mata hangat saat kita menangis," kata Alan.

Setiap kali mendengar tentang kisah kehidupan Nabi Muhammad SAW ataupun nasihat-nasihat kebaikan tentang keislaman dirinya pun tak kuasa menahan air mata.

"Namun air mata ini berbeda dari air mata istimewa yang mengalir di Padang Arafah, air mata yang sangat berarti bagi saya. Inilah apa yang dilakukan Tuhan menggerakkan hati manusia,"

Setelah mendengar adzan ketika berlibur di Turki pada 2011, Alan langsung membeli Alquran di toko buku di Inverness. Tak lama setelahnya dia mulai mempelajari Alquran, sholat dan berpuasa.

Alan Rooney

Lantunan ayat suci Alquran bagitu mengguncangkan jiwa Alan, hingga ia memutuskan untuk mengubah keyakinan. "Saya lakukan ini sendiri sekitar 18 bulan, tanpa bantuan siapa pun dan sebelum saya bertemu dengan seorang muslim," ucap Alan.

Setelah yakin dengan apa yang ia pelajari, barulah dirinya memutuskan masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Inverness. "Setelah 18 bulan, saya menganggap diri saya muslim. Saya sholat lima kali sehari, berpuasa di bulan Ramadhan dan makan dan minum sesuai dengan ajaran Islam," tuturnya.

Sementara, Dr Waheed Khan, pengurus masjid di Inverness, yang menyaksikan Alan mengucapkan kalimat syahadat, mengatakan, pria Skotlandia itu memang sudah berulang kali membaca Alquran dan berpuasa sebelum memutuskan masuk Islam.

"Ini perjalanan spiritual dia, dia belajar terlebih dahulu, dan ketika datang ke masjid, dia sudah banyak mengetahui tentang Islam. Di luar itu, dia pria yang baik, dia juga sangat sopan, rendah hati. Dia bahkan menjadi mentor bagi orang baru yang masuk Islam," kata Waheed Khan.

Hal senada disampaikan Amin Buxton, akademisi muslim di Universitas Napier, Edinburgh. Menurut dia, Alan selalu mencari tahu lebih banyak dalam perjalanan spiritualnya dan ia sangat berdedikasi untuk membantu komunitas, khususnya mereka yang baru masuk Islam.

Alan berujar bahwa ia tak hanya ingin menjadi mentor di Skotlandia namun di seluruh Inggris dan belahan dunia lain.

"Di kota tempat saya tinggal sekarang, Edinburgh, Skotlandia, saya mengajar mereka yang tertarik masuk Islam. Saya juga ingin terlibat menjadi mentor bagi mereka yang baru menjadi Muslim di seluruh negara saya dan tempat lain," kata Alan.

Baca juga: Allah Selalu Jaga Orang Beriman dari Perbuatan Maksiat, Ini Buktinya

Meski sudah memeluk Islam, Alan mengaku masih harus belajar dan secara rutin menghadiri berbagai program maupun ceramah ulama dari negara-negara lain.

Sejumlah perjalanannya ke luar negeri termasuk ke Yaman pernah dilakoninya. Saat mengunjungi negeri sejuta wali itu, Alan bahkan sempat bertemu dengan para santri asal Indonesia yang sedang belajar di Hadhramaut.

Alan Rooney

"Pada 2017 saya ke Hadhramaut dan menghabiskan waktu 40 hari di Pesantren Darul Mustafa di Tarim. Banyak santri Indonesia di sana dan saya berteman dengan sejumlah di antara mereka," ungkap Alan.

Ia bersyukur hingga detik ini keputusannya untuk memeluk Islam disambut hangat pihak keluarga dan para temannya. Tak ada perlakuan negatif yang didapatkannya meski kini dia sudah berpindah agama.

"Alhamdulillah, saya tidak pernah mendapat reaksi negatif dari keluarga dan teman-teman setelah masuk Islam dan menjalankan ibadah. Orang yang kenal saya menerima keputusan ini bahkan bilapun ada yang tidak memahami keputusan ini," tuturnya.

"Tahun ini adalah Ramadhan dan Idul Fitri ketujuh bagi saya. Namun terkadang rasanya baru seperti kemarin, saya duduk di masjid kecil di Inverness dan mengucapkan kalimat syahadat," tutup Alan mengakhiri kisahnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini