Pembukaan Masjid Era New Normal, Muhammadiyah: Utamakan Keselamatan saat Beribadah

Rizka Diputra, Jurnalis · Selasa 09 Juni 2020 12:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 09 614 2226810 pembukaan-masjid-era-new-normal-muhammadiyah-utamakan-keselamatan-saat-beribadah-f1AzEy2p5Y.jpg Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir (Foto: Suara Muhammadiyah)

MASJID mulai dibuka untuk kegiatan sholat berjamaah memasuki era new normal. Antusiasme umat muslim mendatangi masjid terlihat saat pelaksanaan sholat Jumat perdana pekan lalu. Sejumlah masjid yang mulai menggelar sholat Jumat menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Alhamdulillah, semoga semua menuju suasana membaik sebagaimana harapan kita. Siapa yang tidak ingin kita landai dan akhirnya terbebas dari pandemi Covid-19 yang berat ini?" kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir seperti dikutip Okezone dari website Suara Muhammadiyah.

Kasus positif Covid-19 masih terus mengalami penambahan setiap harinya setelah pemberlakuan new normal. Oleh karenanya, Haedar menegaskan bahwa new normal memerlukan koridor yang jelas. Keadaan normal baru itu seperti apa? Kapan sebenarnya normal baru dimulai dan apa jaring pengaman sosialnya?

"Kemudian bagaimana normal baru dalam penanganan di rumah sakit dan melindungi para petugas kesehatan bila angka positif Covid-19 tetap naik? Apa yang harus disiapkan masyarakat hidup di tengah normal baru terutama kedisiplinan? Siapkah pemerintah dan masyarakat sendiri dengan segala akibat dan dampak dari penerapan new normal? Terutama ketika terjadi hal-hal yang negatif dan tidak kita inginkan bersama," paparnya.

Baca juga: Makna Surah Al Ma'un, Kewajiban Menyantuni Yatim hingga Sholatnya Orang Munafik

Dirinya mengingatkan, masyarakat jangan merasa seolah wabah sudah berakhir, terlebih dengan sikap terlalu percaya diri. Sebab betapa berat ketika orang tertular dan harus bergulat menanganinya, yang akhirnya banyak korban jiwa.

Ilustrasi

"Para dokter dan petugas kesehatan yang berada di rumah sakit pun sangat berat bebannya, yang bertugas demi menyelamatkan jiwa manusia (hifdz nafs) di garis depan sekaligus menjadi benteng terakhir untuk kemanusiaan," kata dia.

Haedar melanjutkan, semua berhak memasuki suasana baru jika itu sudah menjadi pilihan, namun sebaiknya tetap mengikuti protokol kesehatan dan kebijakan pemerintah setempat dengan kedisiplinan tinggi. Ibarat orang sakit, kalau sudah dinyatakan sehat dan boleh pulang dari rumah sakit, namun tetap harus hati-hati dan menyesuaikan diri.

Baca juga: Terinspirasi Insiden Christchurch, Warga Jerman Berencana Serang Komunitas Muslim

"Jangan memaksakan diri secara berlebihan tanpa mempertimbangkan kondisi. Pemerintah pun harus siap dengan segala kemungkinan dan konsekuensinya. Jangan seperti kasus bantuan sosial yang tidak sinkron serta antar instansi atau pejabat yang saling berbeda pandangan dan penerapan," tuturnya.

Ia menjelaskan, dalam Surat Edaran PP Muhammadiyah Nomor 05/EDR/I.0/E/2020 ada pernyataan penting pada poin 5, yang berbunyi:

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

"Umat Islam pada umumnya dan warga Muhammadiyah pada khususnya hendaknya tetap waspada disertai ikhtiar untuk mengatasi berbagai masalah pandemi Covid-19 baik kesehatan, sosial, maupun ekonomi. Bersikap berdasarkan agama (dīniyyah) sesuai manhaj tarjih dan ilmu pengetahuan (ilmiah) tetap diutamakan. Dalam beribadah hendaknya tetap mengutamakan pertimbangan kesehatan, kemaslahatan, keselamatan, dan keamanan sesuai maqāṣid al-syarī’ah untuk menghindari mafsadat dan mengurangi penularan Covid-19,".

Khusus bagi warga, kader, dan pimpinan Muhammadiyah di semua tingkatan dan ortom, UPP, dan amal usaha diimbau mengikuti kebijakan PP Muhammadiyah. PP Muhammadiyah dalam mengambil kebijakan lanjut Haedar, tentunya sudah mempertimbangkan banyak aspek. Kebijakan apapun ada plus-minusnya, dan harus diambil keputusan. Hukum pun kata dia, dapat berubah sesuai ilatnya.

"Karenanya pahami dan ikuti garis kebijakan persyarikatan dengan sikap ikhlas, taat azas, dan akhlak atau etika yang luhur dalam berorganisasi. Jika organisasi tidak mengikat anggotanya, di mana letak komitmen anggota terhadap Muhammadiyah sebagai jam’iyah. Di sinilah pentingnya setiap anggota merasa menjadi bagian dari organisasi Muhammadiyah," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya