HAWA nafsu cenderung menyebabkan seseorang menjadi dengki, marah, benci, dan melakukan keburukan. Dalam kaidah syariat, nafsu memiliki tiga macam yaitu ammarah, lawwamah, dan muthmainnah. Maka beruntunglah mereka yang bisa mengendalikan hawa nafsunya.
Dalam Kitab 'Tanbihul Ghafilin' karya Imam Abu Laits As-Samarqandi menceritakan kisah penciptaan akal (Al Aql) dan nafsu (nafsun atau nufusun).
Ketika penciptaan keduanya, ternyata hawa nafsu memiliki karakter yang degil, keras, dan membangkang kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
Ustadz Muchlis Al Mughni, dai lulusan Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, mengajarkan sebuah ayat untuk meredam kejahatan hawa nafsu. Ayat ini bisa dibaca kapan saja dengan tetap memohon pertolongan Allah Subhanahu wa ta'ala:
قُلْ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ
Artinya: "Katakanlah: Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku." (QS Al An'aam (6): 15)