Orang yang Lalai Membayar Utang Termasuk Golongan Zalim

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 16 Juni 2020 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 330 2230803 orang-yang-lalai-membayar-utang-termasuk-golongan-zalim-rSvT48uV2V.jpg Uang (Okezone.com/Dede)

KETIKA seseorang berutang, tentu ia wajib membayarnya karena pada akad atau perjanjian utang merupakan sesuatu yang dipinjam dan harus dikembalikan. Lalu bagaimana orang yang sulit membayar utang, apakah ia termasuk golongan zalim?

"Jangan menunda bayar utang jika sudah ada kemampuan untuk membayarnya karena termasuk kezaliman. Nabi Muhammad SAW menyatakan, bahwa menunda utang bagi orang yang mampu merupakan sebuah kezaliman," ujar Ketua Lembaga Peradaban Luhur (LPL), Ustadz Rakhmad Zailani Kiki saat dihubungi Okezone, Selasa (16/6/2020).

Baca juga: Bertawakal dengan Rasional ala Buya Hamka

Dijelaskan dalam kitab Al-Mausuah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyah yakni tentang utang piutang, serta kewajiban membayarkannya:

مِنْ آثَارِ الاِسْتِدَانَةِ وُجُوبُ الْوَفَاءِ عَلَى الْمُسْتَدِينِ عِنْدَ حُلُول الأَجَل، لِقَوْلِهِ تَعَالَى: {وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ} وَلِقَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَطْل الْغَنِيِّ ظُلْمٌ (رواه البخاري).

Artinya: "Efek dari utang piutang, bagi orang yang berutang wajib membayarnya apabila sudah jatuh tempo karena sesuai dengan firman Allah ‘Memberikannya dengan baik’ dan berdasar hadits Nabi SAW ‘Penundaan membayar utang bagi orang yang mampu membayarkannya, merupakan sebuah kezaliman."(Al-Mausuah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyah, [Kuwait: Darus Salasil, cet 2], juz 3, hal. 268).

 

Di dalam kitab tersebut dijelaskan, Nabi pun mewajibkan kepada setiap umat manusia yang memiliki utang dan mampu membayarnya agar segera melunasinya. Sebab jika kewajiban tersebut ditunda-tunda, maka perbuatan itu termasuk ke dalam kezaliman.

Sementara Ketua Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) Jakarta Timur, Ustadz Asroni Al Paroya menuturkan, banyak peringatan bagi seseorang yang lalai dalam membayar utangnya.

"Karena begitu banyak peringatan yang diberikan kepada orang yang berutang dan ia tidak membayar utangnya," katanya saat dihubungi Okezone beberapa waktu lalu.

Perkara tersebut juga dijelaskan dalam salah satu riwayat hadist, dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ

Artinya: "Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang." (HR. Muslim no. 1886).

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini