Tiga Hal yang Membuat Pernikahan Haram Dilakukan

Pristia Astari, Jurnalis · Rabu 17 Juni 2020 16:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 17 330 2231717 tiga-hal-yang-membuat-pernikahan-haram-dilakukan-tramYqvW4W.jpg ilustrasi (stutterstock)

ISLAM menganjurkan laki-laki dan perempuan menikah jika memiliki kemampuan dan memenuhi syarat seperti tuntutan syariat. Pernikahan banyak manfaatnya, selain untuk melanjutkan keturunan dan mengikuti sunah Rasulullah SAW, juga untuk menghindari dari perbuatan zina.

Namun, syariat juga mengatur rambu atau larangan-larangan pernikahan.

Baca juga:  Kembali Dibuka, Ini 5 Destinasi Wisata Religi di Banda Aceh

Mengutip dari buku ‘Bimbingan Islam untuk Hidup Muslimah’ karya Dr Ahmad hatta, MA Dkk dalam Bab Sholat Muslimah Pernikahan dijelaskan beberapa bentuk pernikahan yang diharamkan;

1. Jika tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi hak-hak istri, seperti:

a. Tidak mampu memberikan nafkah lahir.

b. Tidak mampu memberi nafkah batin.

c. Kalau menikah akan terpaksa mencari nafkah dari jalan yang haram.

Jika permasalahan di poin a dan b, lalu dijelaskan oleh calon istri dan dia ikhlas menerima kondisi tersebut, maka pernikahan menjadi boleh.

Namun, jika permasalahannya karena di poin c, meskipun telah disampaikan dan calon istri menerima kondisi tersebut tetap haram hukumnya (Abdul Karim Zaidan, al-mufashal 6/18-19). Hukum ini juga samaa berlakunya dengan perempuan.

Menurut ar-Ramli, “Jika calon pengantin wanita mengetahui bahwa dirinya tidak dapat untuk menunaikan hak-hak suami, dan dia tidak membutuhkan pernikahan, menikah hukumnya haram baginya.” (Nihayatul Muhtaj, 6/183).

2. Jika calon suami atau istri mengidap suatu penyakit menular mematikan seperti AIDS, pernikahan baginya menjadi haram. Meskipun telah memberitahukan kepada calon pasangannya dan dia siap menerima risikonya.

Allah SWT berfirman,

وَأَنفِقُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوٓا۟ ۛ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

Wa anfiqụ fī sabīlillāhi wa lā tulqụ bi`aidīkum ilat-tahlukati wa aḥsinụ, innallāha yuḥibbul-muḥsinīn

Artinya: Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS Al-Baqarah 2: 195 ).

Namun, jika penyakit menularnya itu ringan, dan calon pasangannya siap menerima risikonya setelah diberitahu, pernikahan menjadi boleh baginya.

3. Jika pernikahan itu terjadi di antara orang-orang yang haram untuk menikah.

Contohnya: dengan wanita-wanita yang haram dinikahi (mahram), wanita yang punya suami, wanita yang dalam masa penantian (‘iddah), laki-laki menikah dengan seorang perempuan musyrik, atau muslimah yang menikah dengan laki-laki yang berlainan agama.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya