Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tafsir Surah al-Nisa 34-35: Keluarga Ideal yang Bahagia (2)

Tafsir Surah al-Nisa 34-35: Keluarga Ideal yang Bahagia (2)
ilustrasi (stutterstock)
A
A
A

MENJAGA eksistensi rumah tangga untuk kebahagiaan bersama dengan tetap berada di jalan Allah SWT adalah bagian dari ibadah. Surat al-Nisa: Ayat 34-35 mengandung makna motivasi dalam menjaga eksistensi rumah tangga.

Guru Besar FDIK UIN Mataram NTB, UNW, IAIH NW dan Sekjend Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan menjelaskan dalam kajian tafsir Surat al-Nisa: ayat 34-35 seperti dikutip dari artikelnya di laman jaringansantri.com, Senin (22/6/2020).

Memahami kriteria, karakter pasangan hidup, mengarifi konflik dan tupoksi secara berkeadilan dan berimbang.

بسم الله الرحمن الرحيم

الرجال قوامون على النساء بما فضل الله بعضهم على بعض وبما أنففوا من أموالهم فالصالحات قانتات حافظات للغيب بما حفظ الله واللاتى تخافون نشوزهن فعظوهن واهجروهن فى المضاجع واضربوهن فإن أطعنكم فلا تبغوا عليهن سبيلا إن الله كان عليا كبيرا (٣٤) وإن خفتم شقاق بينهما فابعثوا حكما من أهله وحكما من أهلها إن يريدا إصلاحا يوفق الله بينهما إن الله كان عليما خبيرا (٣٥)

Pada pembahasan kedua:

Kiat dan motivasi utama menjaga eksistensi keluarga.

Dalam ayat ini ada ada tiga kiat dan motivasi utama dalam menjaga keutuhan keluarga.

Assholihat (فالصالحات)

Assholihat adalah sebutan untuk perempuan yang solehah: Solehah karena cocok dengan pasangan hidupnya. Solehah karena seirama dalam menjalankan tugas dan amanah kelurga. Solehah karena perangainya mencerminkan watak kepatuhan dan ketaatan kepada Allah swt dan Rasulnya juga kepada Suaminya.

 

Assholihat ini juga bukan identik dengan perempuan semata, namun juga untuk laki-laki yang sholihiiin (الصالحين). Keserasian bahkan kesetaraan inilah yang dimaksudkan dalam teks suci ini. Kesetaraan dalam berbagi tugas dan fungsi, kesetaraan dan kebersamaan dalam berbagi keharmonisan keluarga. dst.

Qonitâtun : (قانتات)

Qonitàtun: adalah sifat kepatuhan dan sifat ketaatan bagi perempuan dan juga laki-laki. Qônit itu lebih tinggi maknanya dari thói’ (الطائع)

Karena setiap orang yang bersifat qónit tentu dia thói’ tidak sebaliknya. Ini artinya bahwa keluarga dan segala elemennya sangat ditentukan oleh sosok perempuan tangguh yang selalu bersama dengan suaminya dalam segala dimensi kehidupannya. Susah, senang, suka duka, ada tiada ditanggung bersama. Inilah yang disebut Qonitâtun.

Baca juga: Tafsir Surah al-Nisa 34-35: Keluarga Ideal yang Bahagia (1) 

Hâfizâtun (حافظات)

Hâfizâtun dalam ayat ini tertuju pada satu hal, hafizaatun lil ghaib. Menjaga dan memelihara sesuatu yang ghaib, tak terlihat oleh kasat mata panca indra.

Penekanan pada aspek yang ghaib ini maknanya apa?

Hal-hal yang perlu dijaga berupa yang ghaib itu adalah:

 Cinta dan perasaan. Cinta dan perasaan itu harus dipupuk dan disiram selamanya agar terus tumbuh kembang beraroma wangi harum keharmonisan keluarga. Tak ada seorang pun yang mampu melihat wujud nyata benda cinta itu melainkan oleh orang yang mampu menjaga cinta dan rasa itu sendiri. Sebab jika tak mampu menjaga dan memelihara cinta dan rasa itu akan menimbulkan benih konflik di antara kedua cinta yang sebelumnya terajut dengan tali kemesraan dalam bingkai sakinah mawaddah wa rahmah. Suatu kewajiban kedua belah pihak baik laki-laki sebagai qawaamun maupun perempuan sebagai asshólihàt al-qónitât al-hafizhót.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement