Langkah awal untuk menyempurnakan syukur adalah mencari tahu untuk apa Allah Subhanahu wa ta'ala menciptakan. Misal saja Allah menciptakan telinga untuk mendengar. Iya telinga untuk mendengar, tapi kita gunakan untuk apa? Orang yang sudah sampai pada titik kesempurnaan syukur akan menggunakan telinganya untuk hal-hal yang disukai Allah, misalnya mendengarkan murattal Alquran atau podcast pengajian tafsir Alquran.
Telinga memang bisa digunakan untuk mendengarkan hal-hal lain yang lebih disukai oleh kaum manusia, seperti mendengarkan musik atau rekaman audio recording lainnya yang jelas membawa kepala berangguk-angguk. Namun sekali lagi ditegaskan bahwa kesempurnaan syukur itu hadir ketika kita menggunakan nikmat itu sesuai dengan apa yang Allah Subhanahu wa ta'ala suka, bukan yang manusia suka.
Dari sini kita bisa membedakan mana yang syukur biasa dan mana syukur yang sempurna. Meskipun berat dan tidak mudah, semoga kita bisa beralih sedikit demi sedikit menuju syukur yang sempurna.
Wallahu a'lam.
Oleh: Silmi Adawiya
Alumnus Pondok Pesantren Putri Walisongo Jombang Jawa Timur.
(Hantoro)