Pemerintah Tak Bisa Melarang WNI untuk Berhaji

Rabu 24 Juni 2020 09:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 614 2235368 pemerintah-tak-bisa-melarang-wni-untuk-berhaji-0cH2Y4NtVQ.JPG Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali (Twitter Kemenag/@Kemenag_RI)

ARAB Saudi secara resmi telah mengumumkan akan menggelar ibadah haji tahun ini di tengah pandemi Covid-19. Meski begitu, Arab Saudi bakal menerapkan pemeriksaan kesehatan secara ketat terhadap jamaah dengan jumlah yang sangat terbatas.

Menteri Kesehatan Arab Saudi, Dr. Tawfiq Al-Rabiah mengatakan, protokol kesehatan di antaranya hanya mereka yang berusia di bawah 65 tahun dan lulus tes kesehatan yang boleh berhaji.

Senada, Menteri Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi, Mohammad Saleh Benten berujar bahwa pemerintah setempat tidak akan mengizinkan jamaah dari luar negeri, namun akan membolehkan sekitar 1.000 orang yang bermukim di kerajaan tersebut untuk menjalankan ibadah haji tahun ini.

Terkait sejumlah aturan ketat itu, Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali, menegaskan, pihaknya tidak dapat melarang jika ada WNI di Arab Saudi yang hendak menjalani ibadah haji tahun ini.

Baca juga: Gelar Haji saat Pandemi Corona, Menteri Arab Saudi: Ini Keputusan Sulit

"Kami tetap menjadi bagian pengawasan dan perlindungan. Kalau untuk melarang, kita tidak ada kewenangan, mereka residence di Saudi," ujar Endang, melansir laman BBC News Indonesia.

Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini diakui memprihatinkan lantaran dibayangi oleh wabah virus corona. Berbagai kalangan di Indonesia mengingatkan pemerintah agar tidak lalai dalam menjalankan kewajiban kepada para calon jamaah haji setelah memutuskan untuk tidak memberangkatkan kontingen haji tahun ini.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia memutuskan tidak memberangkatkan jemaah haji tahun ini, untuk melindungi calon jamaah haji dan petugas dari paparan Covid-19. Sejumlah calon jamaah haji yang sudah berusia lanjut dan telah menunggu giliran haji selama bertahun-tahun, merasa kecewa dengan keputusan pemerintah melalui Kementerian Agama yang membatalkan keberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2020.

"Saya kecewa dengan keputusan itu tapi mau bagaimana lagi? Manusia yang merencanakan, Yang Maha Kuasa yang menentukan. Saya berharap masih sehat, diberikan kekuatan, dan kesehatan sehingga tahun depan bisa berangkat haji," kata Atim, seorang calon jamaah haji asal Karawang, Jawa Barat belum lama ini.

Slamet Riyadi, salah satu calon jamaah haji lainnya juga mengaku sedih atas keputusan pemerintah Indonesia. Terlebih ia telah mempersiapkan semuanya, mulai dari kesehatan, pakaian, hingga perbekalan.

"Mudah-mudahan tahun depan (wabah corona) cepat berlalu. Kita semua dikasih kesehatan, panjang umur dan yang ditunda sekarang mungkin tahun depan bisa bareng-bareng lagi berangkat," ucap pria berusia 64 tahun ini.

Namun demikian ada pula calon jamaah haji yang bisa memahami keputusan pemerintah. Seperti Ikhsan misalnya, ia telah mempersiapkan hati dan legowo dengan keputusan pembatalan tersebut.

"Berangkat tidaknya itu adalah panggilan dari Allah. Haji itu banyak duit juga bisa tidak berangkat, dan tidak ada duit juga bisa berangkat. Jadi saya ikhlas mas," kata Ikhsan yang telah menunggu berangkat haji sejak tahun 2015 menggunakan jalur haji khusus.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah (AMPHURI), Firman M Nur berharap agar pemerintah memperhatikan nasib pengusaha usai memutuskan pembatalan haji.

"Tahun 2020 kami tidak melaksanan usaha sama sekali, umrah ditutup dan haji juga. Untuk itu kami minta perhatian agar diberikan stimulus supaya bisa bertahan hingga tahun depan," kata Firman.

AMPHURI yang menaungi 455 pengusaha haji dan umrah kini telah melakukan diskusi dengan para anggota untuk melakukan usaha alternatif agar dapat menjaga keuangan perusahaan, salah satunya ialah dengan bisnis kurma.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini