Bagaimana Hukum Cerai via WhatsApp?

Rabu 08 Juli 2020 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 08 330 2243044 bagaimana-hukum-cerai-via-whatsapp-pUdM8ChyQm.jpg ilustrasi (stutterstock)

ZAMAN digital sekarang, hampir semuanya bisa dilakukan melalui online. Komunikasi sangat mudah dilakukan tanpa harus bertatap muka dengan orang yang dituju. Interaksi bisa dilakukan dengan memanfaatkan media seperti telepon, SMS, WhatsApp, Twitter, Facebook, Instagram.

Bahkan, sekarang ijab kabul akad nikah ada yang dilakukan melalui virtual. Lalu, bagaimana jika cerai, apakah boleh dilakukan melalui telepon, WA, atau SMS? Bagaimana hukumnya secara syariat Islam?

Sekretaris Komisi Luar Negeri dan Hubungan Internasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Amirah Ahmad Nahrawi, Lc dalam artikelnya di kolom konsultasi agama website jaringansantri, Rabu (8/7/2020), menjelaskan perihal cerai lewat SMS, WA atau media digital lain.

Baca juga: Mana Lebih Baik, Kurban Sapi Apa Kambing?

“Kalau ditanya dalil membolehkan cerai lewat SMS, WA, media digital lain, maka saya jawab illatnnya bukan di medianya, tapi illatnya ada pada ucapannya baik itu langsung (berhadapan) atau tidak langsung seperti WA, SMS, dll. Dulu memang tidak ada cerai modern seperti sekarang, walau ada surat menyurat tapi tidak juga digunakan sebagai media perceraian,” tulis Amirah Ahmad Nahrawi.

Namun, untuk cerai mau langsung ataupun melalui teknologi modern adalah hal yang bilamana dikatakan atau dituliskan (walaupun niatnya) bercanda, maka sudah jatuh talak itu. Artinya bila melalui SMS, WA atau telpon maka talaknya sah.

Ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW.

عن أبُو هُرَيْرَةَ رضي الله عنه ‏‏قَالَ ‏: ‏قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏: (ثَلاثٌ جِدُّهُنَّ جِدٌّ وَهَزْلُهُنَّ جِدٌّ : النِّكَاحُ ، وَالطَّلاقُ ، وَالرَّجْعَةُ ) رواه أبو داود ( 2194 ) والترمذي ( 1184 ) وابن ماجه ( 2039 )

Bila suami memang niatnya menceraikan, ataupun tidak , maka lafaznya baik langsung atau tidak langsung (melalui SMS, WA, email dan sebagainya) adalah lafaz sharih yang berlaku hukumnya.

Kembali kepada niat. Bila memang ditulis via SMS, WA, dan lain-lain, di mana ungkapan kalimatnya sharih atau jelas maka niatnya memang untuk menceraikan, illatnya ada dan terpenuhi, yaitu niat untuk menyudahi dengan anda, maka talaknya sudah berlaku.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini