Hukum Jual-Beli Emas via Online Menurut Pandangan Islam

Muhammad Hafizh Arya Pradana, Jurnalis · Minggu 19 Juli 2020 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 19 330 2248764 hukum-jual-beli-emas-via-online-menurut-pandangan-islam-lsv5mmfWSp.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

PADA era serba modern, apa saja bisa dilakukan lewat online, termasuk dalam hal berbelanja. Transaksi jual-beli online paling digandrungi masyarakat karena dianggap simpel anti ribet.

Salah satunya jual-beli perhiasan seperti emas via daring. Lantas bagaimana hukumnya menurut Islam, melakukan transaksi jual-beli emas secara online?

Pimpinan Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Cirebon, KH Yahya Zainul Ma’arif atau yang akrab kerap disapa Buya Yahya menjelaskan, perhiasan seperti emas dan perak ataupun uang masuk dalam hukum naqdain.

Apabila ada pertukaran antar emas dengan uang atau perak dengan uang maka harus ada serah terima antara penjual dan pembeli.

Baca juga: Siapa Sih Golongan Orang yang Terbebas Api Neraka? Ini Kata Aa Gym

"Harus dikatakan kalimat kontan dan langsung diserah terimakan saat itu juga. Apabila ada penundaan pemberian barang atau pembayaran barang tersebut maka akan masuk ke dalam riba," kata Buya Yahya, dikutip dari channel YouTube, Al-Bahjah TV, Minggu (19/7/2020).

Riba yang sering terjadi di media online adalah riba yad, yaitu riba yang terjadi akibat jual beli barang ribawi maupun non ribawi yang disertai penundaan serah terima kedua barang yang ditukarkan, atau penundaan terhadap penerimaan salah satunya.

"Misalnya orang mau beli emas namun membayarnya nanti. Orang yang memiliki kepercayaan kepada sang pembeli emas, bilang nanti saja bayarnya dengan membiarkannya membawa emas dan membayarnya nanti. Ini tidak boleh," tegasnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Terkait aturan jual-beli emas telah disampaikan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam melalui haditsnya dari Ubadah bin Shamit radhiallahu ’anhu, bahwa Nabi Shallallahu ’alaihi aasallam bersabda:

الذَّهبُ بالذَّهبِ . والفضَّةُ بالفِضَّةِ . والبُرُّ بالبُرِّ . والشعِيرُ بالشعِيرِ . والتمْرُ بالتمْرِ . والمِلحُ بالمِلحِ . مِثْلًا بِمِثْلٍ . سوَاءً بِسَواءٍ . يدًا بِيَدٍ . فإذَا اخْتَلَفَت هذهِ الأصْنَافُ ، فبيعوا كيفَ شئْتُمْ ، إذَا كانَ يدًا بِيَدٍ

Artinya: “Emas dengan emas, perak dengan perak, burr dengan burr, sya'ir dengan sya'ir, tamr dengan tamr, garam dengan garam, kadarnya harus semisal dan sama, harus dari tangan ke tangan (kontan). Jika jenisnya berbeda, maka jual lah sesuka kalian, selama dilakukan dari tangan ke tangan (kontan),” (HR. Al Bukhari, Muslim no. 1587, dan ini adalah lafadz Muslim).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya