Kandungan Surah Al Maidah Ayat 48: Kitab Allah Pedoman Paling Baik

Riyadi Akmal, Jurnalis · Selasa 28 Juli 2020 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 28 330 2253309 kandungan-surah-al-maidah-ayat-48-kitab-allah-pedoman-paling-baik-Pgz05rnybl.jpg Kitab suci Alquran. (Foto: Unsplash)

AL Ma'idah adalah surah ke-5 dalam kitab suci Alquran. Surah Al Maidah artinya 'hidangan'. Surah ini terdiri dari 120 ayat dan termasuk golongan Surah Madaniyah.

Sekalipun ada ayat-ayatnya yang turun di Makkah, ayat tersebut diturunkan sesudah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam hijrah ke Madinah, yakni sewaktu peristiwa Haji Wada.

Baca juga: Bolehkah Jagal Hewan Kurban Dapat Upah Daging? 

Surah ini dinamakan Al Maidah (hidangan) karena mengisahkan para pengikut setia Nabi Isa Alaihissalam meminta kepada Nabi Isa agar Allah Subhanahu wa ta'ala menurunkan untuk mereka Al Ma'idah (hidangan makanan) dari langit.

Dalam Surah Al Maidah Ayat 48 dijelaskan tentang bagaimana umat Islam untuk selalu beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan kitab-kitabNya, karena kitab Allah Subhanahu wa ta'ala adalah sebaik-baiknya pedoman untuk menuju kabahagiaan dunia dan akhirat.

Adapun Surah Al Maidah Ayat 48 berisi sebagai berikut:

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

Wa anzalnaa ilaikal kitaaba bil haqqi mushoddiqol limaa baina yadaihi minal kitaabi wamuhaiminan ‘alaihi. Fahkum bainahum bimaa anzalalloohu walaa tattabi’ ahwaa,ahum ‘ammaa jaa,aka minal haq. Likulling ja’alnaa mingkum syir’ataw waminhaajaa. Walau syaa,alloohu laja’alakum ummataw waahidataw walaakil liyabluwakum fii maa aataakum. Fastabiqul khoiroot. Ilalloohi marji’ukum jamii’aang fayunabbi,ukum bimaa kungtum fiihi takhtalifuun.

Artinya: "Dan Kami telah turunkan kepadamu Alquran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu. Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu."

Allah Subhanahu wa ta'ala menurunkan Alquran sebagai kitab terakhir kepada penutup para nabi, sebagai lanjutan dan pembenar bagi kitab-kitab sebelumnya.

Alquran adalah bukti dan penguji atas kebenaran kitab-kitab sebelumnya, penjelas, penerang, pelurus, pemurni dari kebatilan dan khurafat yang telah tercampur di dalamnya, penyempurna, serta rujukan hukum-hukumnya.

Allah Subhanahu wa ta'ala memerintahkan untuk berhukum dengan kitab-Nya, mengamalkan dan mengagungkannya, serta melarang mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tersesat.

Baca juga: Kisah Bilal bin Rabah yang Bikin Menangis Orang Se-Madinah 

Allah Subhanahu wa ta'ala telah membuat syariat bagi setiap umat yang dijadikan sebagai dasar hukum dan jalan yang terang untuk ditempuh agar dapat meraih kebaikan serta memenuhi segala kebutuhannya.

Seandainya Allah Subhanahu wa ta'ala menghendaki, niscaya Dia hanya akan membuat satu jalan dan syariat bagi seluruh umat manusia, namun setiap manusia memiliki perbedaan pandangan dan pemikiran, yang mana itu sudah menjadi sunnatullah dan ketetapan-Nya.

Adapun kandungan dalam Surat Al Maidah Ayat 48, sebagaimana dikutip Muslim.or.id, Selasa (28/7/2020), adalah:

1. Allah Subhanahu wa ta'ala menciptakan manusia dengan berbagai macam, baik bentuk ataupun warna kulit, miskin atau kaya. Namun untuk menguji mereka bukan dengan hal itu, melainkan siapa di antara mereka yang berlomba-lomba dalam menjalankan kebaikan.

2. Setiap manusia memiliki agama yang berbeda, hukum yang berbeda, keadaan hidup yang berbeda, namun secara akidah tujuan mereka sama yaitu bertauhid kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

3. Alquran merupakan kitab yang benar dan tidak ada keraguan di dalamnya, pedoman hidup terbaik untuk semua umat-Nya, sehingga Alquran bisa membenarkan kitab-kitab sebelumnya.

4. Seluruh umat yang Allah Subhanahu wa ta'ala ciptakan akan kembali lagi kepada-Nya karena segala yang dimiliki di dunia ini adalah titipan dari Allah Subhanahu wa ta'ala, sehingga mereka semua akan mendapatkan balasan terhadap apa yang sudah dikerjakan di dunia.

5. Surah Al Maidah Ayat 48 ini mengajak kita semua agar senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan untuk mendapatkan ridho Allah Subhanahu wa ta'ala.

6. Iman kepada kitab-kitab Allah Subhanahu wa ta'ala merupakan salah satu rukun iman yang wajib diimani oleh setiap Muslim.

Beriman kepada kitab Allah Subhanahu wa ta'ala adalah beriman terhadap Alquran yang diturunkan kepada nabi terakhir, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.

Keimanan terhadap Alquran yang benar sebagaimana diungkapakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di dalam kitab beliau Al Aqidah al Washitiyah. Beliau mengatakan, "Termasuk keimanan kepada Allah dan kitab-kitabNya yaitu beriman bahwa Alquran merupakan kalam Allah yang diturunkan dan bukan makhluk."

"Alquran berasal dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya. Allah Ta’ala berbicara secara hakiki. Dan sesungguhnya Alquran yang diturunkan kepada Muhammad merupakan kalam Allah yang hakiki dan bukan kalam selain-Nya. Tidak boleh memutlakkan perkataan bahwa Alquran merupakan hikayat dari kalam Allah atau merupakan ungkapan dari kalam Allah. Bahkan jika manusia membacanya dan menulisnya dalam mushaf bukan berarti menafikan bahwa Alquran merupakan kalam Allah yang hakiki. Karena kalam hanya disandarkan secara hakiki pada yang pertama kali mengucapkannya bukan kepada yang menyampaikannya kemudian. Alquran merupakan kalam Allah baik huruf dan maknanya, bukan hanya huruf tanpa makna atau makna tanpa huruf."

Sebaik-baiknya manusia adalah mahluk yang selalu menauhidkan Allah Subhanahu wa ta'ala dan selalu beriman kepada kitab Allah.

Pedoman hidup terbaik yang ada di muka bumi ini adalah Alquran. Sesulit apa pun kehidupan yang dijalani umat manusia jangan sampai berpaling dari Allah Subhanahu wa ta'ala dan Alquran, karena kehidupan dunia hanya sementara dan bersifat semu, sesungguhnya kehidupan yang sebenarnya abadi di akhirat.

Wallahu a'lam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini