Kenangan Relawan Haji Arab Saudi, Rela Mengubur Mimpi Layani Jamaah Tahun Ini

Rizka Diputra, Jurnalis · Selasa 28 Juli 2020 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 28 614 2253125 kenangan-relawan-haji-arab-saudi-rela-mengubur-mimpi-layani-jamaah-tahun-ini-zILKX5XE6g.jpg Seorang relawan haji Arab Saudi bersiaga di Train Station (Foto: Arab News)

PANDEMI virus corona atau Covid-19 telah memaksa pelaksanaan ritual ibadah haji tahun ini harus dilakukan secara terbatas. Kondisi ini jelas menuai kekecewaan besar bagi banyak orang.

Di antara mereka ada ratusan ribu muslim yang sudah bersusah payah menabung bertahun-tahun untuk berhaji terpaksa mengurungkan niatnya.

Kementerian Haji dan Umrah Saudi mengumumkan pada Juni bahwa mereka sangat membatasi jumlah peziarah tahun ini untuk menjaga kesehatan masyarakat global dalam menghadapi ancaman virus corona yang masih belum kunjung mereda.

Tahun ini, hanya orang-orang yang sudah tinggal di Arab Saudi yang akan diizinkan untuk ambil bagian. Meski demikian, jumlahnya tetap dibatasi hanya beberapa ribu orang. 70 persen di antaranya ialah kalangan ekspatriat dan 30 persen warga negara Arab Saudi.

Akibatnya, banyak warga Saudi yang telah melakukan rukun Islam kelima ini berkali-kali terpaksa tidak dapat melakukannya tahun ini.

"Saya merasa sangat senang dan berbakat karena memiliki kesempatan untuk melakukan haji 22 kali dalam hidup saya. Saya tidak bisa lebih bersyukur kepada Allah," kata Wafa Shaheen, seorang penulis Arab Saudi dengan gelar master dalam tafsir ilmiah Alquran, dikutip dari laman Arab News.

Baca juga: Pertama Kali dalam 40 Tahun, Bandara King Abdulaziz Sepi dari Hiruk Pikuk Jamaah Haji

“Saya tidak kecewa dengan berita haji tahun ini karena saya tahu ada banyak cara untuk memanfaatkan waktu spiritual yang berharga tahun ini. Ibadah dan perbuatan baik dapat dilakukan di mana saja jika hati ada bersama Tuhan,” tambahnya.

Menurut Wafa, pembatasan jumlah jamaah haji tahun ini merupakan langkah rasional untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Sementara, seorang warga Arab Saudi lainnya, Abdulrahman Abdulkhaliq mengaku telah lebih dari 10 tahun menjadi sukarelawan membantu jamaah haji. Dia mengatakan bahwa haji adalah salah satu kegiatan paling menarik yang dia ikuti dan sangat dinantikan setiap tahunnya.

"Saya tidak bisa membayangkan bahwa musim haji ini akan berlalu dan saya tidak akan berada di sana. Haji tahun ini adalah sebuah tantangan dan kami akan belajar banyak darinya untuk musim haji mendatang," ujar Abdulrahman.

Praktisi kesehatan, Afnan Al-Sulami yang telah bekerja sebagai organisator sukarela untuk banyak kampanye dan perusahaan haji berujar bahwa dia sedih karena musim haji tahun ini jumlah jamaah berkurang signifikan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

“Saya mencapai kesuksesan yang mengesankan di bidang ini dan menerima banyak sertifikat ucapan terima kasih, baik dalam pengawasan umum atau bantuan. Berpartisipasi dalam haji telah mengajarkan saya banyak hal dan saya tidak pernah bisa lebih bersyukur atas keputusan pemerintah bijak kita," tutur Afnan.

Penyelenggaraan haji secara terbatas ini juga mengundang kekecewaan mendalam bagi lebih dari 4.000 anggota pramuka Arab Saudi. Ya, biasanya mereka memang secara sukarela membantu para jamaah haji selama beribadah di musim haji.

Salah satu anggota Pramuka Arab Saudi, Mubarak Al-Dosari mengatakan, ia telah bekerja di antara kerumunan jamaah haji selama lebih dari 40 tahun. Tugasnya tak lain ialah membimbing, melayani, dan membantu para peziarah. Al-Dosari sendiri telah melakukan ibadah haji selama tujuh kali.

Baca juga: Ungkapan Haru Orang-Orang yang Terpilih Haji di Tengah Pandemi Covid-19

"Meskipun Pramuka Saudi mungkin tidak dapat berpartisipasi dalam musim haji tahun ini, kita tidak bisa melupakan perasaan kebahagiaan yang tak terlukiskan ketika kita melayani dan membimbing yang hilang selama haji. Melihat senyum di bibir peziarah yang hilang, atau senyum seorang anak yang kehilangan orangtuanya, atau orang sakit yang telah diselamatkan oleh tim kami yang luar biasa, sungguh tak ternilai harganya," ungkap Al-Dosari.

"Keputusan raja dibuat untuk memenuhi persyaratan jarak sosial dan tindakan pencegahan untuk memastikan keselamatan orang-orang dan melindungi umat Islam di Kerajaan," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya