Ini Lho Makna Sholawat Manusia, Allah dan Malaikat kepada Nabi Muhammad

Yudistira, Jurnalis · Jum'at 07 Agustus 2020 11:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 330 2258394 ini-lho-makna-sholawat-manusia-allah-dan-malaikat-kepada-nabi-muhammad-6Rnh0mC8FA.jpg ilustrasi (stutterstock)

SHOLAWAT merupakan sarana komunikasi manusia kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam Islam, sholawat dijadikan sebagai salah satu bentuk wirid manusia dalam mengharapkan syafaat atau pertolongan di kehidupan dunia dan akhirat.

Tidak hanya manusia, Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan para malaikat juga ikut bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Baca juga:  Alquran Menyebut Kata 'Biji-bijian' 12 Kali, Sains pun Membuktikannya

Sebagaimana firman Allah:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ۗ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Artinya: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 56)

Pendakwah KH Buya Syakur Yasin menjelaskan makna sholawat oleh Allah, manusia dan para malaikat kepada Rasulullah. "Makna sholawat berbeda dari segi siapa yang menyampaikan,” katanya dalam sebuah ceramah di channel YouTube KH Buya Syakur Yasin seperti dikutip, Jumat (7/8/2020).

“Jika Allah SWT bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, memiliki makna Al Imdaad, yaitu menyuplai. Allah menyuplai energi luar biasa kepada Nabi Muhammad SAW melalui sholawat. Jika Malaikat yang berselawat, memiliki makna yastaghfiruuna lahu, yaitu mengawal kema'shuman atau penjagaan dari dosa Nabi Muhammad SAW.”

Bagaimana dengan manusia bersholawat, apa maknanya?

“Jika manusia yang bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, memiliki makna berdo'a dan berharap akan syafaat atau pertolongan di alam dunia dan akhirat," jelas Buya Syakur.

 

Menurutnya menyampaikan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW bukan kepada jasadnya, melainkan kepada ruhnya.

"Allah berfirman melalui hadits Qudsi لولاك لولاك لولاك يامحمد ماخلقت الأفلام wahai Muhammad, jika bukan karena engkau, tak akan aku ciptakan alam dunia ini. Saat berselawat, sejatinya kita sedang berkomunikasi dan melakukan koneksi dengan nur (cahaya) Muhammad. Apabila ruh kita sudah terhubung dengan cahaya Muhammad SAW, maka kita akan menghadirkan perdamaian, keselamatan atau dalam bahasa Arab disebut _tasliiman_. Jika kita sudah menerima cahaya Muhammad SAW, maka kita akan dibimbing pada jalan kehidupan yang baik," jelas Buya Syakur.

"Jadi jika ada umat Nabi Muhammad SAW yang saling mencaci, membuat kerusakan dan membunuh, maka jangan membawa-bawa nama Nabi Muhammad SAW, karena misi Nabi Muhammad SAW adalah membawa perdamaian untuk seluruh alam. Karena bagaimanapun juga, kita mendapatkan informasi pertama mengenai Tauhid, ketuhanan melalui Nabi Muhammad SAW," pungkasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini