Turis Amerika Masuk Islam, Ucap Syahadat Dibimbing Imam Masjidil Haram

Minggu 09 Agustus 2020 01:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 08 614 2259167 turis-amerika-masuk-islam-ucap-syahadat-dibimbing-imam-masjidil-haram-cj0GEoPj7J.JPG Imam Besar Masjidil Haram, Syaikh Abdurrahman Al-Sudais (Foto: Twitter/@hsharifain)

HIDAYAH datang kepada seorang pria asal Amerika Serikat bernama Steve. Ya, ia memutuskan memeluk Islam setelah kagum akan toleransi, keadilan, rasa kasih sayang dan keramahan warga Arab Saudi.

Steve yang merupakan wisatawan alias turis itu menjadi mualaf setelah mengucap dua kalimat syahadat dibimbing langsung oleh Kepala Presidensi Umum Urusan Masjid Agung di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, Syaikh Abdurrahman Al-Sudais.

Pria yang bekerja di sektor pariwisata di Miami itu mengucap syahadat perlahan mengikuti panduan Imam Besar Masjidil Haram tersebut. Setelah selesai bersyahadat, Steve meluapkan kebahagiannya dengan berterima kasih seraya bersyukur di hadapan Syaikh Sudais.

Syaikh Sudais pun memuji keagungan Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah membuka hati dan meletakkan hidayah sehingga ia dengan ikhlas menerima kebenaran agama Islam.

“Steve sekarang saudara kandung dalam Islam,” ucap Syaikh Sudais pada kesempatan itu, seperti dikutip dari laman Sindonews.

Baca juga: Kisah Perjuangan Remaja Yatim Piatu Jadi Santri Tahfidz Quran Terbaik

Sekelumit kisah mengenai Steve, ia mengunjungi Abha bersama beberapa sahabat karibnya. Ia tinggal dekat rumah kediaman Syaikh Abdurrahman Al-Sudais. Penerjemah Syaikh Sudais, Saad Al-Matrafi suatu hari bertemu dengan Steve dan memberi dia air zamzam, kopi Arab dan kurma sebagai hadiah dari sang Imam. Steve terkejut dengan hadiah itu dan bertanya apa alasan memberi hadiah tersebut?

Al-Matrafi lalu menerangkan bahwa Islam mengajarkan untuk selalu berbuat baik kepada tetangga. Terlebih lagi, selama beberapa pertemuan dengan Steve, dia tahu bahwa warga asal negeri Paman Sam itu telah banyak membaca buku tentang Islam dan muslim.

“Steve menunjukkan ketertarikan untuk mengetahui lebih banyak tentang Islam dan terus membaca buku-buku tentang ajaran Islam,” ucap Al-Matrafi yang juga mengisahkan percakapannya dengan Steve kepada Syaikh Sudais.

Sheikh Al-Sudais terkesan dan meminta bertemu dengan Steve yang saat itu jadi tetangganya. Selama percakapan dengan Steve, Sheikh Al-Sudais menyebut beberapa ayat Alquran dan hadis Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan pada Muslim untuk bersikap baik pada tetangga dan hak-hak mereka.

Syaikh Sudais lantas menceritakan kisah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dengan seorang wanita Yahudi.

“Nabi tercinta kita memiliki seorang tetangga Yahudi yang biasa melempar sampah padanya. Bukannya marah, Nabi Muhammad menunjukkan kebaikan. Saat Nabi tahu suatu hari bahwa tetangganya itu sakit, dia mengunjungi tetangganya itu. Ini salah satu pelajaran hidup tak ternilai bagi kita semua tentang hak tetangga kita,” kata Syaikh Sudais.

Tak butuh waktu lama bagi Steve untuk memilih Islam sebagai agama barunya. Ia kemudian menyampaikan kepada Al-Matrafi ikhwal ketertarikannya kepada agama Islam. Steve mantap memutuskan memeluk Islam setelah tiga tahun mempelajari agama yang dibawa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam.

Steve lantas dibawa ke hadapan Syaikh Sudais untuk berikrar kalimat syahadat. Syaikh Sudais kemudian mengundang Steve melaksanakan umrah di Makkah dan mengunjungi Masjid Nabawi di Madinah.

Raut bahagia begitu nampak di wajah Steve setelah mengucap kalimat syahadat. Bahkan ia sempat meneteskan air mata yang membuat suasana semakin mengharukan. Ia sama sekali tidak menyangka yang awalnya datang ke Saudi hanya untuk berwisata menikmati keindahan negara itu, kini ia justru telah menjadi seorang muslim.

“Ajaran Islam tentang keadilan, toleransi, kasih sayang dan kebaikan sangat mengesankan saya,” ujar Steve.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini