Selain itu, ada baiknya kita sebagai muslim mempercayakan semuanya kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Termasuk persoalan hati, yakni dengan cara mendekatkan diri kepada Sang pembolak-balik hati manusia. Nabi bersabda:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Yâ muqallibal qulûb tsabbit qalbî ‘alâ dînika.
Artinya: "Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu" (HR al-Nasai’).
(Salman Mardira)