Ia menjelaskan, maksud dari kaya tanpa harta ialah diberikan kekayaan hati. Hatinya dibuat tenteram. Ada orang yang hatinya tenteram tetapi bergantung dengan harta.
Namun kalau orang yang meninggalkan kemaksiatan menuju ketaatan, pertama akan diberikan kekayaan tanpa harta, kaya hatinya, lapang hatinya. Orang yang kaya hatinya akan lebih kaya daripada orang yang punya uang tetapi haus dengan kekayaan.
Tanda akan kekayaan hati adalah perasaan senantiasa bersyukur atas segala hal yang dimiliki dan segala nikmat yang Allah Subhanahu wa ta'ala berikan.
"Sebagaimana dikatakan oleh Imam Syafii: 'Apabila engkau memiliki hati yang kaya akan merasa puas dengan apa yang Allah berikan walau hanya sedikit. Maka engkau dengan orang yang punya harta banyak tidak ada bedanya'," jelas Habib Jamal.