Islam Menjunjung Tinggi Toleransi sebagai Kunci Perdamaian, Ini Dalilnya

Mustafidhotul Ummah, Jurnalis · Sabtu 22 Agustus 2020 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 22 614 2265811 islam-menjunjung-tinggi-toleransi-sebagai-kunci-perdamaian-ini-dalilnya-k9XjV6u15y.jpg Ilustrasi toleransi. (Foto: Heru Haryono/Okezone)

TOLERANSI dapat diartikan sebagai rasa hormat atau menghargai orang lain, seperti agama, budaya, dan ras. Sikap toleransi ini dalam Islam sangat diperlukan karena Allah Subhanahu wa ta'ala menginginkan setiap hamba-Nya menghargai dan menerima setiap perbedaan.

Islam pun tegas terkait hal ini. Dalam kitab suci Alquran dijelaskan dalam Surah Al Hujurat (49) Ayat 13, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

Maksud dari ayat tersebut adalah Allah Subhanahu wa ta'ala menghendaki perbedaan dari banyak bangsa dan suku dengan tujuan saling mengenal. Dengan itu bahwa kerukunan dan toleransi umat beragama menjadi bahan pokok untuk menciptakan perdamaian.

Baca juga: Istikamah Sholat di Masjid meski Buta, Abdullah bin Ummi Maktum Bikin Khawatir Iblis 

Dalam Alquran Surah Al Maidah Ayat 32, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ أَنَّهُۥ مَن قَتَلَ نَفْسًۢا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِى ٱلْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ ٱلنَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَآ أَحْيَا ٱلنَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِٱلْبَيِّنَٰتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِّنْهُم بَعْدَ ذَٰلِكَ فِى ٱلْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

"Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil bahwa: barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi."

Memang banyak sekali kejahatan yang terdapat di dunia ini dan membiarkan iblis memainkan nafsu amarahnya. Dari ayat tersebut jelas bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala sudah menetapkan jika ada orang yang membunuh satu manusia maka sama dengan membunuh semua orang. Hukum tersebut sudah berlaku sejak zaman Kerajaan Bani Israil. Semoga kita tidak termasuk manusia tersebut.

Baca juga: Merasa Sempit Rezeki? Mungkin Ini Penyebabnya 

Menumbuhkan sikap toleransi terhadap diri sendiri merupukan langkah pertama. Kemudian mencari tahu apa itu toleransi, seperti menanyakan hal tersebut kepada orangtua atau juga bisa menyimak kajian Islam mengenai hal tersebut.

"Anda boleh menyakini apa yang Anda yakini itu pilahan Anda dan kita semua akan bertanggung jawab di hadapan pencipta utama Allah Subhanahu wa ta'ala, jadi tetap kita saling menghormati, tetap saling menghargai, dan tetap kita bisa saling menyayangi dalam konteks kehidupan berbangsa, bernegara, bermasyarakat," jelas Ustadz Adi Hidayat dikutip dari akun Youtube Adi Hidayat Official, Sabtu (22/8/2020).

Mencintai tetangga juga termasuk toleransi, sebagaimana diketahui bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dulu tidak hanya bertetangga dengan Muslim, namun dengan non-Muslim. Sesuai hadis yang diriwayatkan Anas bin Malik sebagai berikut:

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتَّى يُحِبَّ لِجَارِهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ (أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ وَ أَبُو يَعْلَى)

"Dinarasikan Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Demi (Allah) yang jiwaku di tangan-Nya, tidaklah beriman seorang hamba sehingga dia mencintai tetangganya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri." (HR Muslim dan Abu Ya’la: 2967)

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Dirawat di Rumah Sakit, Ustadz Yusuf Mansur: Minta Doa Buat Saya 

Ilustrasi. (Foto: Unsplash)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini