Dalam hadist lain, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda,
وقال صلى الله عليه وسلم: {لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لاَ وُضُوْءَ لَهُ، وَلاَ وُضُوْءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللهِ عَلَيْهِ}
Artinya: “Tidak sah shalat bagi orang yang tidak memiliki wudhu, dan tidak sempurna wudhunya bagi orang yang tidak menyebut nama Allah atasnya.”
Hadist ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Abu Daud, Imam Ibnu Majah, dan Imam Al-Hakim dari shahabat Nabi Muhammad, Abu Hurairah. Dan diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dari shahabat Sa’id bin Zaid.
Maka dari itu makna wudhu bukan hanya membersihkan diri dari najis dan kotoran saja tetapi bagaimana wudhu itu berhasil mensucikan diri dari penyakit-penyakit hati dengan terus mengingat dan berzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
(Salman Mardira)